Covid-19 Mewabah di Penjara, Malaysia Segera Bebaskan Sejumlah Napi

    Willy Haryono - 17 Oktober 2020 19:05 WIB
    Covid-19 Mewabah di Penjara, Malaysia Segera Bebaskan Sejumlah Napi
    Ilustrasi situasi di penjara. (AFP)
    Kuala Lumpur: Saat Departemen Lembaga Pemasyarakatan Malaysia mengumumkan rencana membebaskan sejumlah narapidana secara dini, Madam Tan Kam Chee berharap dirinya dapat segera bertemu sang anak. Perempuan 78 tahun itu mengatakan bahwa anaknya, berusia 40-an tahun, dijebloskan ke penjara atas kasus pencurian tahun lalu dan dijadwalkan dibebaskan bulan depan.

    Namun karena adanya penyebaran virus korona (covid-19) di sejumlah penjara Malaysia, Madam Tan mengaku khawatir terhadap kesehatan sang anak.

    "Saya sudah tidak bisa tidur nyenyak. Setiap hari, saya mencari informasi terbaru mengenai klaster (covid-19) di penjara Penang," kata Madam Tan kepada The Straits Times pada Sabtu, 17 Oktober 2020.

    "Besar harapan saya dia tetap sehat dan dapat segera dibebaskan," sambungnya.

    Mewabahnya covid-19 di sejumlah penjara menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Malaysia. Klaster covid-19 rentan terjadi di penjara karena banyak lembaga pemasyarakatan di negara tersebut sudah kelebihan kapasitas.

    Seiring meningkatnya jumlah kasus covid-19 di Malaysia, ratusan infeksi terdeteksi di beberapa penjara di Sabah, Kedah, dan juga Penang.

    Salah satu klaster terburuk ada di penjara Alor Setar di Kedah. Di sana, sedikitnya tercatat ada 1.443 infeksi covid-19.

    Klaster Alor Setar di Kedah terdeteksi pada 30 September menyusul kematian seorang pria 46 tahun yang bekerja di sana. Serangkaian tes menunjukkan bahwa covid-19 ternyata sudah menyebar di kalangan narapidana Alor Setar.

    Klaster di Sabah, yang berasal dari penjara di sebuah kantor polisi di Lahad Datu dan menyebar ke penjara Tawau, sejauh ini mencatat 1.018 kasus covid-19.

    Sementara dalam klaster di penjara Penang Remand, terdapat setidaknya 189 kasus covid-19 dengan satu kematian. Penguncian (lockdown) telah diterapkan di sejumlah penjara di Malaysia, yang melarang adanya aktivitas keluar masuk bagi siapapun kecuali petugas.

    Baca: Langgar Stay at Home, 58 Orang di Malaysia Dijebloskan ke Penjara

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id