comscore

Jokowi Balas Toast Biden, Bukti Indonesia Dihormati

Marcheilla Ariesta - 14 Mei 2022 20:39 WIB
Jokowi Balas Toast Biden, Bukti Indonesia Dihormati
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Siti Ruhaini Dzuhayatin./Kantor Staf Presiden RI.
Jakarta: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyambut hangat kehadiran Presiden RI Joko Widodo, dalam pertemuan KTT khusus ASEAN-AS, di Gedung Putih. Bahkan, pada saat jamuan makan malam, Presiden Joko Widodo mendapatkan kehormatan untuk membalas toast Presiden Biden.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Siti Ruhaini Dzuhayatin mengatakan, kehangatan Biden tersebut membuktikan ketidakbenaran spekulasi yang beredar bahwa Jokowi tidak disambut hangat saat tiba di AS.
Kehangatan sambutan Joe Biden, menurut  Ruhaini, justru menunjukkan hubungan bilateral Indonesia dan AS tidak berubah di tengah tantangan-tantangan dinamis. Tantangan yang dihadapi saat ini, baik soal ketegangan kawasan ASEAN antara AS dan Tiongkok, serta  dampak dari konflik Rusia- Ukraina terkait kehadiran Rusia dalam KTT G20.

"Sikap bersahabat Joe Biden tetap nampak seperti saat menjabat sebagai wakil presiden pada masa pemerintahan Presiden Barrack Obama. Joe Biden memang memiliki hubungan personal yang sangat baik dengan presiden Jokowi, terutama pada saat melakukan kunjungan kenegaraan 2015 lalu," kata Ruhaini, dikutip dari pernyataan Kantor Staf Presiden RI, Sabtu, 14 Mei 2022.

Ruhaini menilai, kehangatan sambutan Biden kepada Jokowi sangat penting artinya bagi Indonesia. Baik secara bilateral, regional, dan multilateral.

Baca juga: Makan Malam di Gedung Putih, Jokowi Balas Toast Joe Biden

Secara bilateral, ungkap Ruhaini, AS menunjukkan kepercayaan terhadap keterbukaan dan potensi investasi Amerika di Indonesia, ataupun ekspor komoditas jadi, seperti baterai mobil listrik dan komoditas hilir lainnya.

"Ini dibuktikan dengan keterbukaan AS terhadap inisiatif Indonesia bertemu dengan para CEO besar di AS," terangnya. 

Ruhaini melanjutkan, secara regional, kehangatan sambutan Presiden Joe Biden menunjukkan kepercayaan pada Indonesia sebagai koordinator kemitraan ASEAN-AS. Terlebih, imbuh dia, pertemuan KTT khusus ASEAN-AS baru pertama kali ini dilakukan di Gedung Putih sejak 45 tahun silam. 

"Presiden Barrack Obama pernah mengundang KTT khusus ASEAN-AS tahun 2016. Tapi pertemuan digelar di Sunnyland. California, bukan di Gedung putih dan di Wasington DC. Tentu ini bentuk penghargaan dan juga kehormatan bagi Indonesia," tegasnya. 

Selain itu, papar Ruhaini, Amerika Serikat juga melihat Indonesia sebagai negara middle power, sangat konsisten dengan  prinsip politik luar negeri "Bebas Aktif" dalam menyikapi hubungan ASEAN dengan negara-negara besar, terutama soal Amerika Serikat dan Tiongkok. 

Dalam kaitan hubungan multilateral, Ruhaini menyatakan, sebagai pemegang presidensi G20, Indonesia masih dipandang berpeluang menjalankan peran strategis untuk penghentian konflik bersenjata antara Rusia dengan Ukraina. 

Indonesia, tambahnya, juga dinilai bisa mendorong penyelesaian konflik melalui perundingan, karena memiliki hubungan baik dengan kedua negara
 
"Tentu Indonesia siap menjadi bagian itu (perundingan Rusia - Ukraina)," pungkasnya. 

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id