comscore

Misi Perdagangan AS Jajaki Kolaborasi Bisnis dan Energi Bersih dengan Indonesia

Willy Haryono - 07 Juni 2022 17:59 WIB
Misi Perdagangan AS Jajaki Kolaborasi Bisnis dan Energi Bersih dengan Indonesia
Delegasi pejabat pemerintahan dan industri AS bertemu pemimpin sektor publik dan swasta Indonesia di Jakarta, Senin, 6 Juni 2022. (Kedubes AS)
Jakarta: Delegasi pejabat pemerintahan dan industri Amerika Serikat (AS) bertemu dengan pemimpin sektor publik dan swasta Indonesia pada Senin, 6 Juni, untuk mendiskusikan peluang perdagangan, mengejar kesepakatan investasi, dan menjajaki kebutuhan proyek serta opsi pembiayaan ekspor. Pertemuan ini berlangsung di saat kedua negara bersiap mengatasi tantangan perubahan iklim di Asia Tenggara, sekaligus memberdayakan para pelaku bisnis dan pekerja di kedua sisi Pasifik.

Misi Pengembangan Bisnis Clean EDGE Asia adalah misi perdagangan AS pertama di Asia menyusul setelah diluncurkannya Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity, atau IPEF), yang merupakan salah satu prioritas utama Pemerintahan Joe Biden dan Kamala Harris guna memperkuat peran serta AS dengan 13 mitra regional yang memiliki pemikiran yang sama. Indonesia merupakan mitra pendiri IPEF.
Misi Administrasi Perdagangan Internasional (International Trade Administration) Departemen Perdagangan AS dipimpin oleh Wakil Asisten Menteri Pamela Phan. Ia didampingi Direktur Badan Pembangunan dan Perdagangan AS (U.S. Trade and Development Agency) Enoh Ebong, perwakilan Export-Import Bank of the United States, dan eksekutif dari sejumlah bisnis AS dari sub-sektor energi terbarukan dan bahan bakar, penyimpanan energi, hidrogen, jaringan kelistrikan berteknologi canggih (smart grid), nuklir, dan gas alam cari (LNG).

"Amerika Serikat sangat menghargai kemitraan yang erat dan produktif dengan Indonesia," ujar Phan saat upacara pembukaan.

"Sebagai negara demokrasi dengan jumlah populasi terbesar kedua dan ketiga di dunia, negara kita sama-sama memiliki nilai-nilai demokratis yang kita junjung tinggi. Dan kita juga sama-sama memiliki visi kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, dimana Indonesia menjadi pemimpin kunci," sambungnya, berdasarkan keterangan di situs Kedutaan Besar AS, Selasa, 7 Juni 2022.

Dalam sambutannya, Phan mengumumkan bahwa Layanan Komersial AS (U.S. Commercial Service) ITA akan meluncurkan program baru untuk mendukung kolaborasi sektor swasta AS saat Indonesia melanjutkan rencananya untuk membangun ibu kota baru yang pintar dan berkelanjutan, Nusantara.

Selagi tim ITA yang terdiri atas diplomat dan spesialis komersial mengatur dan memfasilitasi acara temu dagang antara perusahaan, pembeli, dan investor AS dan Indonesia, Phan bertemu dengan pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan Indonesia untuk menyampaikan pujian atas peran pemerintah Indonesia sebagai mitra pendiri IPEF. Ia juga mendiskusikan peluang-peluang lain yang terbuka bagi AS dan Indonesia untuk bermitra dalam energi bersih dan teknologi bersih.

"Partisipasi kami dalam misi perdagangan ini berlandaskan dukungan USTDA [Badan Pembangunan dan Perdagangan AS] terhadap lebih dari 100 proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia. Pembicaraan kuat yang kami dapatkan akan diwujudkan menjadi peluang baru bagi USTDA untuk mengembangkan infrastruktur cerdas iklim guna menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia, sementara mendukung pekerjaan di AS melalui ekspor barang dan jasa AS," ungkap Ebong.

Phan dan Ebong juga mengadakan pertemuan dengan pemimpin sektor swasta terkemuka, termasuk yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia, di mana mereka bertemu dengan sejumlah pengusaha perempuan Indonesia terkemuka untuk mendengar pengalaman mereka dan mendapatkan masukan tentang upaya-upaya lainnya yang dapat ditempuh pemerintah guna mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan.

Menjelang penghujung hari, Wakil Presiden Senior Christopher Day dari Export-Import Bank of the United States (EXIM) melakukan perjalanan dengan anggota delegasi untuk mempelajari bagaimana perusahaan-perusahaan AS di Indonesia membantu mendorong pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan dengan mengunjungi Pusat Data Princeton Digital Group di Bintaro, Banten.

"EXIM memiliki sejarah panjang bekerja sama dengan Indonesia, dan kami menantikan mendiskusikan cara-cara EXIM dapat mendanai barang dan jasa AS yang mendukung energi bersih dan infrastruktur digital," ujar Day.

Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Y. Kim juga ikut hadir pada pagi hari untuk menyampaikan salam sukses kepada delegasi AS dan rekan sejawat mereka dari Indonesia.

"Peluncuran IPEF ini merupakan misi perdagangan bersejarah, dan saya senang bisa bertemu dengan delegasi eksekutif bisnis AS ini, yang memahami potensi hebat yang ada di Indonesia,” ucap Dubes Kim.

"Saya menantikan mendengarkan tentang peluang kolaborasi dan kemitraan yang akan difasilitasi IPEF guna kepentingan para pekerja di kedua negara," lanjutnya.

Rencananya, delegasi AS ini akan memulai misi kedua mereka di Hanoi, Vietnam, pada Rabu besok.

Baca:  AS Majukan Pilar IPEF dengan Kunjungan Misi Perdagangan 'Clean EDGE' ke Indonesia

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id