Remaja Singapura Bunuh Siswa 13 Tahun di Toilet Sekolahnya

    Marcheilla Ariesta - 20 Juli 2021 17:10 WIB
    Remaja Singapura Bunuh Siswa 13 Tahun di Toilet Sekolahnya
    Siswa Sekolah Menengah River Valley Singapura terlibat kasus pembunuhan. Foto: AFP.



    Singapura: Remaja 16 tahun didakwa karena melakukan pembunuhan kepada sesama siswa di River Valley High School Singapura. Remaja tersebut dilaporkan membunuh siswa 13 tahun di toilet lantai empat sekolahnya.

    Terdakwa, yang merupakan siswa Sekolah Menengah 4, muncul di pengadilan melalui tautan video dari penjara. Mengenakan kemeja merah dan rambut yang berantakan, ia menjawab 'ya' saat hakim mengajukan pertanyaan-pertanyaan tertentu.

     



    Dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 20 Juli 2021, jaksa polisi meminta pengadilan untuk menahan terdakwa di Pusat Medis Changi untuk evaluasi kejiwaan.

    "Penyelidikan awal mengungkapkan, remaja berusia 16 tahun itu sebelumnya merupakan pasien di Institute of Mental Health (IMH)," kata jaksa kepolisian.

    "Pada 2019, polisi hadir dalam sebuah insiden percobaan bunuh diri yang melibatkan anak berusia 14 tahun itu. Setelah insiden tersebut, ia ditahan untuk keselamatannya dan dirujuk ke IMH untuk peniliaian," imbuh mereka.

    Baca juga: Ada Penumpang Positif Covid-19, Kapal Pesiar Kembali ke Singapura

    Menurut jaksa kepolisian, ia kemudian diperbolehkan pulang dari IMH.

    "Mengingat keadaannya (sebelumnya), kami mengajukan dia memerlukan evaluasi psikiatri," seru jaksa kepolisian.

    Pengacara terdakwa, Peter Keith Fernando membenarkan pernyataan jaksa yang mengatakan saat kejadian itu terjadi, kliennya berada di Sekolah Menengah 2.

    Dia menambahkan, orangtua terdakwa telah mempekerjakannya untuk mewakili putra mereka pada malam sebelumnya. "Orangtuanya telah memberi tahu saya bahwa mereka tidak akan datang ke pengadilan pagi ini," tutur Peter.

    Tidak ada orang lain di pengadilan kecuali petugas pengadilan, personel polisi, dan media.

    Polisi sebelumnya mengatakan mereka menerima panggilan bantuan di sekolah sekitar pukul 11.40 pada Senin kemarin. Petugas menemukan korban terbaring tak bergerak dan dengan beberapa luka di toilet di kompleks sekolah.

    Dia dinyatakan meninggal di tempat kejadian dan sebuah kapak disita sebagai barang bukti. Penyelidikan awal menunjukkan terdakwa dan korban tidak saling mengenal, tetapi polisi mengatakan, mereka terus menyelidiki motif dugaan penyerangan tersebut.

    Hakim memerintahkan terdakwa untuk dikirim ke ruang observasi psikiatris selama tiga minggu dan kembali ke pengadilan pada 10 Agustus.

    Hukuman untuk pembunuhan termasuk hukum mati. Namun, menurut Bagian 314 KUHAP, hukuman mati tidak dapat dijatuhkan atau dicatat terhadap seorang terdakwa yang berusia di bawah 18 tahun pada saat melakukan pelanggaran.

    Sebaliknya, dia akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id