comscore

46 Negara Ikut Serta dalam BDF ke-14, Myanmar dan Sudan Tidak Hadir

Fajar Nugraha - 01 Desember 2021 16:03 WIB
46 Negara Ikut Serta dalam BDF ke-14, Myanmar dan Sudan Tidak Hadir
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Pubik Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah. Foto: Dok.Kemenlu RI
Jakarta: Bali Democracy Forum akan memasuki tahun ke-14 dalam penyelenggaraannya. Namun tahun ini, Myanmar dan Sudan tidak ikut serta.

Kedua negara itu seperti diketahui tengah dihadapkan pada kudeta. Pemerintahan sipil baik di Myanmar ataupun Sudan digantikan oleh militer.
Baca: BDF Memiliki Tempat Tersendiri di Kawasan Asia-Pasifik.

“Myanmar tidak akan ikut, Sudan juga tidak akan hadir dalam BDF tahun ini,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Teuku Faizasyah, dalam keterangan virtual bersama wartawan, pada Rabu 1 Desember 2021.

Faizasyah menambahkan, BDF ini lebih ditujukan pada negara di kawasan Asia-Pasifik. Kemudian jangkauannya meluas lagi ke negara-negara di kawasan Timur Tengah hingga di negara-negara di kawasan pasifik kepulauan. Namun pada kelanjutannya BDF memiliki negara-negara yang disebut observer atau peninjau.

“Banyak sekali negara yang ingin menjadi peninjau seperti di afrika dan lain-lain. Memang salah satu objektif dari BDF adalah forum ini bukanlah forum yang bersifat menggurui. Namun semua negara yang sudah berdemokrasi ataupun memiliki cita-cita untuk berdemokrasi mereka ikut bergabung dengan belajar dari pengalaman-pengalaman negara yang menjalankan prinsip demokrasi,” imbuh Faizasyah.

“Itu sebabnya di masa lalu negara seperti Myanmar hadir. Negara-negara yang tidak berdemokrasi juga duduk mendengarkan dan berkontribusi dalam diskusi,” ungkapnya.

“Kali ini kita tidak mengundang myanmar karena masih belum ada posisi mengenai status pemerintahan, sehingga tidak diundang dalam kesempatan ini. Sudan pun tidak diundang,” ucapnya.

Namun negara-negara di kawasan Asia Pasifik, negara yang menyampaikan minatnya untuk menjadi observer diundang dalam BDF ke-14 ini.

Menyesuaikan dengan protokol kesehatan yang ada, BDF ke-14 membatasi delegasi yang hadir secara fisik di Bali dan delegasi lainnya akan hadir secara virtual.

50 perwakilan negara dan organisasi internasional diundang untuk hadir secara fisik di Bali, sebagian besar adalah negara-negara Asia Pasifik yang merupakan kawasan esensial bagi penyelenggaraan BDF.

“Hingga 29 November 2021, sebanyak 46 perwakilan negara dan organisasi internasional yang telah menyampaikan konfirmasi kehadiran secara fisik di Bali. Sementara puluhan negara lainnya akan hadir secara virtual baik dari Indonesia maupun mancanegara,” tambah mantan Duta Besar RI untuk Kanada itu.

Penyelenggaraan tahun ini mengundang partisipasi masyarakat luas melalui penayangan di laman Sosial Media Resmi Kementerian Luar Negeri.

Hasil diskusi dari seluruh sesi diharapkan akan menjadi lebih informatif, inklusif, dan komprehensif karena tidak hanya membahas suatu isu dari sudut pandang pemerintah selaku pembuat kebijakan. Namun juga dari berbagai stakeholder yang secara langsung berinteraksi di lapangan.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id