Pertemuan Negara Mitra ASEAN, RI Dorong Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan

    Willy Haryono - 04 Agustus 2021 07:44 WIB
    Pertemuan Negara Mitra ASEAN, RI Dorong Pemulihan Ekonomi Berkelanjutan
    Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar. (Kemenlu RI)



    Jakarta: Dalam rangkaian pertemuan dengan Negara Mitra ASEAN pada Selasa kemarin, Indonesia mendorong pemulihan ekonomi berkelanjutan, penguatan kerja sama kesehatan, dan perlunya menjaga perdamaian.

    Khusus mengenai pemulihan ekonomi, Indonesia memandang penting transformasi ekonomi digital, terutama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Karena itu, kerja sama peningkatan kapasitas manusia termasuk bagi UKM dan start-up, pertukaran teknologi, serta pembangunan infrastruktur digital perlu terus bergulir.

     



    Selama pandemi, layanan digital terbukti dapat menjaga kelangsungan kegiatan ekonomi masyarakat melalui e-commerce, sementara aktivitas ekonomi konvensional terhenti. Selanjutnya, Indonesia juga mendorong upaya kerja sama sektor energi terbarukan.

    "Kerja sama dalam pembiayaan energi terbarukan adalah isu penting untuk mengembangkan ekonomi berkelanjutan dan hijau. Pengembangan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals," ucap Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, dalam keterangan tertulis di situs Kemenlu RI, Rabu, 4 Agustus 2021.

    Mengingat beberapa negara saat ini kembali mengalami gelombang kedua Covid-19, kerja sama pengembangan, produksi dan distribusi obat serta vaksin Covid-19 dan penyakit lainnya dalam keadaan darurat di masa depan, kembali menjadi perhatian.

    Negara-negara anggota ASEAN menyampaikan penghargaan bagi Korea Selatan, Tiongkok dan Jepang atas kontribusinya dalam memitigasi dampak pandemi Covid-19 dan mengharapkan kerja sama tersebut terus berlanjut. 

    Indonesia menggarisbawahi bahwa kebutuhan vaksin masih tinggi, namun pasokannya belum merata. Selain itu, masih terdapat pandangan negatif terhadap vaksin tertentu. 
    "Kita harus memastikan bahwa seluruh vaksin yang telah disetujui WHO diperlakukan sama, tidak ada diskriminasi," tegas Wamenlu RI. 

    Meski dalam situasi pandemi, Wamenlu RI mengingatkan, bahwa "kita berada dalam Asian Century, di mana Asia memiliki lebih dari 50% GDP diukur dari Purchasing Power Parity dunia. Kita juga punya blok ekonomi terbesar di dunia, yaitu Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP)." Ke depannya, lanjut Wamenlu RI, kedua hal yang menunjukkan nilai strategis kawasan ini akan terus meningkat. 

    Dalam rangkaian pertemuan, Indonesia juga mengingatkan pentingnya menjaga perdamaian kawasan, antara lain dalam kelanjutan proses negosiasi Kode Perilaku (Code of Conduct) di Laut China Selatan dan kelanjutan dialog damai di Semenanjung Korea. 

    Selasa kemarin, ASEAN melakukan pertemuan dengan empat negara mitra, yaitu ASEAN-Korea Selatan, ASEAN-RRT, ASEAN-Jepang serta ASEAN Plus Three (ASEAN+3) yang merupakan gabungan ketiga negara tersebut dalam satu mekanisme. Sementara Rabu ini, rangkaian Pertemuan ASEAN Post Ministerial Conferences 10+1 akan berlanjut dengan pertemuan ASEAN-Amerika Serikat, ASEAN-Australia, ASEAN-Rusia, dan East Asia Summit. Rangkaian pertemuan akan berlangsung hingga 6 Agustus mendatang.

    Baca:  Pandemi Sebagai Titik Balik Industri Pariwisata Berkesinambungan

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id