Sri Lanka Belum Keluarkan Keputusan Perihal Larangan Burqa dan Niqab

    Marcheilla Ariesta - 17 Maret 2021 14:53 WIB
    Sri Lanka Belum Keluarkan Keputusan Perihal Larangan Burqa dan Niqab
    Seorang perempuan memakai burqa di jalanan kota Colombo, Sri Lanka pada 16 Maret 2021. (LAKRUWAN WANNIARACHCHI / AFP)



    Kolombo: Sri Lanka berencana melarang pemakaian burqa dan niqab, dua jenis baju yang menutupi sebagian hingga seluruh tubuh perempuan. Sekretaris Kementerian Luar Negeri Sri Lanka, Jayanath Colombage, mengatakan bahwa saatini belum ada keputusan apapun dari pemerintah mengenai penerapan larangan pemakaian burqa dan niqab di sana.

    "Sekretaris Kemenlu Sri Lanka, Laksamana Prof. Jayanath Colombage, mengatakan bahwa sampai saat ini, belum ada keputusan apapun dari pemerintah Sri Lanka mengenai pelarangan tersebut," kata Kemenlu Sri Lanka dalam pernyataan yang diterima Medcom.id, Rabu, 17 Maret 2021.

     



    Mereka mengatakan larangan tersebut masih berupa rancangan yang memerlukan diskusi lebih lanjut.

    Baca:  Sri Lanka akan Larang Burqa dan Tutup 1.000 Madrasah

    "Rancangan ini dibuat sebagai tindakan pencegahan atas dasar alasan keamanan nasional, menyusul penyelidikan the Presidential Commission of Inquiry terkait dengan Peristiwa Bom Paskah pada 2019," imbuh mereka.

    Dalam pernyataan tersebut, Kemenlu Sri Lanka mengatakan bahwa pemerintah akan melakukan dialog dan konsultasi luas dengan berbagai pihak terkait mengenai masalah ini.

    Akhir pekan lalu, Sri Lanka berencana melarang penggunaan burqa atas dasar pertimbangan keamanan nasional. Menteri Keamanan Publik Sri Lanka Sarath Weerasekara mengatakan telah menandatangani perintah kabinet mengenai rencana larangan tersebut. Perintah itu masih perlu mendapat persetujuan parlemen Sri Lanka.
     
    Sejumlah pejabat Sri Lanka meyakini larangan burqa akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Burqa adalah salah satu jenis pakaian yang menutup hampir seluruh tubuh dengan menyisakan bagian mata.

    "Burqa memiliki dampak langsung terhadap keamanan nasional," kata Weerasakara dalam seremoni di sebuah kuil Buddha.

    Pemakaian burqa sempat dilarang untuk sementara waktu Lanka pada 2019 usai terjadinya serangan bom di beberapa gereja dan hotel Sri Lanka. Serangan kala itu menewaskan lebih dari 260 orang.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id