Singapura Imbau Warganya Tinggalkan Myanmar

    Marcheilla Ariesta - 04 Maret 2021 20:56 WIB
    Singapura Imbau Warganya Tinggalkan Myanmar
    Polisi dan pedemo anti kudeta Myanmar bentrok. Foto: AFP.



    Singapura: Pemerintah Singapura mengimbau warganya yang ada di Myanmar untuk keluar dari negara tersebut selagi masih memungkinkan. Imbauan tersebut disampaikan mengingat kekerasan polisi terhadap pedemo di Myanmar semakin meningkat.

    "Warga Singapura yang saat ini berada di Myanmar harus mempertimbangkan untuk pergi sesegera mungkin dengan cara komersial, selagi masih memungkinkan untuk melakukannya," kata Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) pada Kamis, 4 Maret 2021.






    Dilansir dari Channel News Asia, imbauan tersebut mengikuti bentrokan yang semakin meningkat antara pengunjuk rasa anti kudeta dan pasukan keamanan Myanmar. Tak hanya itu, jumlah korban sipil yang semakin banyak setiap harinya membuat pemerintah Singapura ketar-ketir dalam melindungi warganya.

    "Warga Singapura yang memilih tetap tinggal di Myanmar sangat disarankan terus berada di dalam rumah, sejauh mungkin dan menghindari perjalanan yang tidak perlu, khususnya ke daerah di mana protes sedang terjadi," kata mereka.

    "Warga Singapura diingatkan untuk tetap waspada dan memantau berita lokal dengan cermat," imbuh MFA.

    Baca juga: Video Petugas Kesehatan Disiksa Militer Myanmar Beredar

    MFA menambahkan bahwa warga Singapura di Myanmar didorong untuk melakukan eRegister di situs webnya sehingga mereka dapat dihubungi jika diperlukan.

    Utusan Khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, mengatakan di New York bahwa Rabu kemarin adalah "hari paling berdarah" sejak kudeta 1 Februari dengan 38 kematian. Dengan demikian, total korban tewas menjadi lebih dari 50 saat militer mencoba memperkuat kekuasaannya.

    Sebuah kelompok hak asasi manusia dan beberapa media memberikan jumlah yang berbeda dari yang terluka dan terbunuh setelah kekerasan hari Rabu itu. Sebuah badan bantuan menyebut korban tewas termasuk empat anak.

    Media lokal juga melaporkan ratusan pengunjuk rasa ditangkap.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id