comscore

Aung San Suu Kyi Divonis 4 Tahun Penjara atas Kepemilikan Walkie-Talkie

Willy Haryono - 10 Januari 2022 12:39 WIB
Aung San Suu Kyi Divonis 4 Tahun Penjara atas Kepemilikan Walkie-Talkie
Aung San Suu Kyi berbicara dalam sebuah acara di Hsiseng, Myanmar, 5 September 2015. (STR / AFP)
Naypyidaw: Sebuah pengadilan Myanmar menjatuhkan vonis empat tahun penjara kepada pemimpin sipil yang telah digulingkan militer, Aung San Suu Kyi, dalam kasus kepemilikan walkie-talkie tak berlisensi pada Senin, 10 Januari 2022.

Suu Kyi, 76, tengah menjalani proses persidangan untuk 11 dakwaan yang semuanya dilayangkan junta militer. Jika Suu Kyi dinyatakan bersalah atas semua dakwaan, total gabungan vonisnya dapat melampaui 100 tahun penjara.
Dilansir dari France 24, seorang sumber mengatakan kepada AFP bahwa Suu Kyi dinyatakan bersalah atas dua dakwaan, yakni mengimpor dan memiliki walkie-talkie serta satu lainnya terkait pelanggaran Covid-19.

Dakwaan walkie-talkie berawal saat sejumlah prajurit Myanmar menggerebek rumah Suu Kyi di hari kudeta. Di sana, mereka menemukan ada banyak walkie-talkie.

Sejak pertama kali digulingkan pada Februari 2021 hingga kini, Suu Kyi membantah semua dakwaan. Suu Kyi ditangkap di hari pertama kudeta, dan setelahnya, militer mendeklarasikan status darurat selama satu tahun.

Baca:  Dituduh Menghasut, Ajudan Aung San Suu Kyi Divonis Penjara

Militer Myanmar mengaku terpaksa melakukan kudeta karena pemilihan umum di tahun 2020 dipenuhi kecurangan. Padahal menurut komisi elektoral Myanmar, pemilu 2020 berlangsung tanpa adanya kejanggalan berarti. Sejumlah pengamat internasional juga tidak melihat adanya kecurangan.

Desember lalu, Suu Kyi telah menerima vonis empat tahun penjara -- yang kemudian dikurangi menjadi dua tahun -- atas kasus penghasutan terhadap militer dan pelanggaran aturan Covid-19. Junta Myanmar menegaskan vonis ini menunjukkan bahwa tidak ada satu orang pun yang berada di atas hukum.

Para pendukung Suu Kyi menilai semua dakwaan yang dilayangkan kepadanya tidak berdasar, dan hanya didesain untuk mengakhiri karier politiknya. Uni Eropa sempat menyebut proses hukum yang dijalani Suu Kyi sarat muatan politis.

Dalam sejarah Myanmar, Suu Kyi pernah menjalani masa tahanan rumah selama bertahun-tahun sebagai imbas dari penentangannya terhadap militer. Ia dibebaskan pada 2010, namun kembali dijadikan tahanan rumah usai kudeta Februari lalu.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id