Kemitraan Indonesia-Inggris Didasarkan Rasa Hormat dan Kesamaan Tujuan

    Willy Haryono - 07 April 2021 13:35 WIB
    Kemitraan Indonesia-Inggris Didasarkan Rasa Hormat dan Kesamaan Tujuan
    Menlu Inggris Dominic Raab. (AFP)



    Jakarta: Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab melakukan kunjungan ke Indonesia dan bertemu Menlu Retno Marsudi dalam membicarakan berbagai hal dalam kerangka kemitraan strategis kedua negara. Diskusi kedua menlu digelar dalam Forum Kemitraan ke-3 Indonesia-Inggris.

    Menlu Raab mengatakan bahwa selain membahas berbagai masalah bilateral, pertemuannya dengan Menlu Retno ditekankan pada penguatan persahabatan antara Indonesia dan Inggris.






    "Ini adalah kemitraan yang didasarkan pada rasa hormat dan kesamaan kepentingan serta tujuan," ujar Menlu Raab dalam konferensi pers gabungan bersama Menlu Retno di Jakarta pada Rabu, 7 April 2021.

    "Kemitraan ini bertujuan memperdalam hubungan perdagangan kita, meningkatkan investasi dan kerja sama di sektor-sektor utama - seperti pertahanan, pendidikan, energi terbarukan, serta yang disebutkan Menteri Luar Negeri Retno - kayu dan pertanian," lanjutnya.

    Inggris juga ingin memperkuat kerja sama di bidang keamanan, termasuk komitmen terhadap Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS). Baik Inggris maupun Indonesia berada di belahan dunia yang berbeda, ungkap Menlu Raab, tetapi "kita berdua adalah kekuatan maritim dengan kepentingan maritim yang kuat."

    Hal penting lainnya adalah, Indonesia dan Inggris disebut Menlu Raab memiliki minat kuat untuk memastikan bahwa sistem berbasis aturan dalam UNCLOS ditegakkan karena merupakan pilar penting yang juga berkontribusi terhadap stabilitas global.

    Baca: Indonesia-Inggris Sepakat Perkuat Tiga Bidang Kemitraan

    Selain soal hukum laut, kedua menlu juga telah berdiskusi mengenai isu perubahan iklim. Menlu Raab berterima kasih kepada Menlu Retno atas dukungannya kepada Inggris yang akan menjadi tuan rumah Konferensi Perubahan Iklim PBB di Glasgow pada November mendatang.

    Belum lama ini, Inggris telah merilis Tinjauan Terpadu (Integrated Review) tentang keamanan, pertahanan, pembangunan, dan kebijakan luar negeri. Menlu Raab mengatakan, tinjauan ini merupakan artikulasi kebijakan luar negeri Inggris yang paling komprehensif selama satu generasi.

    "Tinjauan ini menetapkan visi kami untuk Inggris di dunia - dan menempatkan Indo-Pasifik di pusatnya,  dan Indonesia berada di jantung visi tersebut," ungkap Menlu Raab.

    Di bidang kerja sama pertahanan, Menlu Raab mengatakan bahwa Inggris sedang mempersiapkan mempersiapkan kunjungan Carrier Strike Group Inggris ke kawasan pada akhir tahun ini. Menurutnya, kunjungan grup kapal induk ini dapat menjadi momen penting dalam memperkuat area-area kolaborasi dengan Indonesia dan negara lain di kawasan.

    Kerja sama lain yang dibahas kedua menlu adalah di bidang kesehatan, terutama mengenai pengadaan vaksin Covid-19. Menlu Raab mengatakan Inggris telah menyalurkan 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca ke Indonesia melalui skema COVAX. Inggris juga telah menyumbang GBP5 juta untuk kesehatan dan tanggap ekonomi ASEAN terhadap Covid-19 dan GBP1 juta untuk dana tanggap COVID ASEAN.

    "Saya berharap dapat berkolaborasi lebih lanjut dengan cara yang menunjukkan manfaat bagi rakyat Indonesia, tetapi juga menunjukkan bahwa kita dapat menjadi kekuatan untuk kebaikan di kawasan ini, dan di dunia," pungkas Menlu Raab.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id