Di Pertemuan COVAX, Menlu Retno Kecam Penimbunan Vaksin

    Marcheilla Ariesta - 16 April 2021 16:26 WIB
    Di Pertemuan COVAX, Menlu Retno Kecam Penimbunan Vaksin
    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto. Dok. Kemenlu RI



    Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri pertemuan GAVI-COVAX Facility bertajuk 'Investment Opportunity'. Dalam pertemuan tersebut, Retno menegaskan menolak penimbunan, nasionalisme, dan politisasi vaksin virus korona (covid-19).

    "Seluruh negara harus bersatu menolak penimbunan dan nasionalisme vaksin. Politisasi vaksin juga harus dihilangkan, karena berpotensi menyebabkan perpecahan geopolitik," tutur Retno dalam pernyataan dari Kementerian Luar Negeri, Jumat, 16 April 2021.






    Dalam pertemuan yang digelar secara daring tersebut, Retno mengatakan hampir satu dari empat penduduk di negara berpendapatan tinggi telah menerima vaksinasi. Mirisnya, baru satu dari 500 orang di negara berpenghasilan rendah telah menerima vaksin covid-19.

    Dalam sambutannya, Retno juga menyampaikan apresiasi atas telah dikirimnya 38 juta vaksin ke 100 negara di enam benua melalui skema Covax Facility. Ini menjadi bukti bahwa multilateralisme dapat membuahkan hasil yang konkret.

    Namun, kata Retno, perjuangan belum berakhir bagi seluruh negara untuk melawan pandemi bersama-sama.

    "COVAX Facility memerlukan dukungan dari kita semua, dan setiap negara bertanggung jawab untuk memastikan akses yang setara terhadap vaksin. Setiap pihak harus lebih berani berkomitmen dan beraksi untuk memastikan terlaksananya produksi dan distribusi vaksin secara tepat waktu, serta peningkatan skala produksi vaksin," serunya.

    Ia menambahkan, ini bukan sekadar kewajiban moral, namun kepentingan bersama untuk memastikan semua orang aman.

    "Solidaritas global harus dikedepankan," imbuh Retno.

    Pertemuan dihadiri Kepala Negara, Pejabat Tinggi Negara, Organisasi Internasional, dan Perusahaan-perusahaan besar di bidang farmasi tersebut bertujuan untuk menggalang dana untuk memenuhi kebutuhan vaksin global yang dikoordinasikan oleh COVAX Facility. Untuk memenuhi target penyediaan 1,8 miliar dosis vaksin di 2021, masih dibutuhkan tambahan dana setidaknya USD2 miliar (setara Rp29,1 triliun).

    Saat ini, pertemuan tersebut telah membuahkan hasil konkret berupa komitmen pendanaan hampir mencapai USD400 juta (setara Rp5,8 triliun) dari Swedia, Norwegia, Belanda, Liechtenstein, Portugal, Jerman, dan Bill and Melinda Gates Foundation. Kampanye penggalangan dana ini akan terus dilakukan, antara lain melalui pertemuan GAVI COVAX AMC Summit yang akan digelar di Jepang pada Juni 2021, dipimpin oleh Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga.


    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
     

     

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id