comscore

Perusahaan Hongaria akan Bangun Sistem Jalan Tol di Indonesia

Marcheilla Ariesta - 16 Februari 2021 16:07 WIB
Perusahaan Hongaria akan Bangun Sistem Jalan Tol di Indonesia
Menlu Retno Marsudi (kanan) bersama Menlu Hongaria Peter Szijjarto dalam pertemuan di Kemenlu RI pada 16 Februari 2021. (Kemenlu RI)
Jakarta: Hubungan kerja sama Indonesia-Hongaria berada di atas angin. Pasalnya, kerja sama ekonomi kedua negara terjalin sangat erat dan menghasilkan berbagai bentuk kesepakatan yang saling menguntungkan.

"Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar keempat di dunia memiliki peran penting dalam strategi hubungan ekonomi luar negeri kami," kata Menlu Hongaria Peter Szijjarto dalam pernyataan bersama di Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021.
"Kami bangga mengumumkan kesuksesan lain dalam kerja sama ekonomi bilateral yang merupakan terobosan dan bukan hanya bilateral, tapi juga terobosan bagi strategi ekonomi Hongaria, karena proyek yang akan kami umumkan ini adalah salah satu ekspor teknologi terbesar dalam sejarah ekonomi Hongaria," ungkapnya, yang didampingi Menlu RI Retno Marsudi.

Ia menyampaikan bahwa sebuah perusahaan Hongaria, Roatex, telah memenangkan tender di Indonesia. Perusahaan ini akan membangun sistem jalan tol di Indonesia, dan akan beroperasi selama 10 tahun dalam kerangka konsesi.

Sistem tol ini, kata dia, akan menggunakan teknologi yang sudah digunakan di Hongaria. Dalam sistem ini diberikan free-flow dari lalu lintas sehingga dapat menghindari kemacetan atau antrean panjang di loket pembayaran tol.

"Ini adalah sistem yang sepenuhnya digital dan akan beroperasi di seluruh jalan tol di Indonesia," terangnya.

Baca:  Indonesia Sampaikan Keprihatinan Diskriminasi Sawit kepada Hongaria

Sejauh ini sistem tersebut baru akan diterapkan di rute sepanjang 2.300 kilometer. Namun, ke depannya kemungkinan dapat ditambah menjadi 4.800 km.

Proyek sistem tol ini disebut Menlu Szijjarto bernilai USD345 juta (setara Rp4,8 triliun). Dalam dua bulan ke depan, kontrak konsesi akan ditandatangani, dan enam bulan mendatang dokumen mengenai latar belakang finansial proyek akan dipresentasikan.

"Dan pada pertengahan 2022, fase pertama akan diluncurkan. Dengan demikian pada 2023, sistem ini akan mulai dioperasikan," seru Menlu Szijjarto.

"Ini adalah kesuksesan besar, sebuah terobosan, salah satu ekspor teknologi terbesar Hongaria. Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan terhadap teknologi, perusahaan, dan solusi digital Hongaria. Ini bukan akhir kerja sama kita, ini terobosan penting," ungkapnya.

Untuk mendanai proyek-proyek ini, imbuhnya, kedua negara akan menandatangani kesepakatan tentang Indonesia-Hungary Investment Fund dengan kerangka kerja senilai USD500 juta. Ia menilai ini akan menjadi kerangka kerja yang sangat baik bagi kerja sama ekonomi kedua negara ke depannya.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id