Vietnam Minta Sumbangan dari Rakyat untuk Beli Vaksin Covid-19

    Marcheilla Ariesta - 08 Juni 2021 19:46 WIB
    Vietnam Minta Sumbangan dari Rakyat untuk Beli Vaksin Covid-19
    Vaksinasi di Vietnam. Foto: AFP



    Hanoi: Vietnam meminta sumbangan dari warganya untuk membeli vaksin Covid-19. Negara yang pernah menjadi model keberhasilan penanganan pandemi itu, saat ini tengah berjuang menahan gelombang covid-19 baru.

    Vietnam baru memvaksinasi sekitar satu persen dari populasinya yang hampir 100 juta. Pihak berwenang menjadi semakin khawatir dengan lonjakan kasus baru-baru ini.

     



    Sejak pekan lalu, pengguna ponsel telah menerima hingga tiga pesan teks yang mendesak mereka berkontribusi pada dana vaksin Covid-19. Sementara itu, pegawai negeri didorong untuk 'berpisah' dari gaji harian.

    Beberapa penduduk, takut akan dampak virus terhadap ekonomi Vietnam - salah satu dari sedikit di dunia yang berkembang tahun lalu. Mereka mengatakan akan mendukung penggalangan dana.

    Dilansir dari AFP, Selasa, 8 Juni 2021, seorang pegawai negeri, Nguyen Tuan Anh mengatakan telah mengirim sekitar USD50 (setara Rp712 ribu) melalui transfer bank dan pembayaran SMS.

    "Vaksin berarti ekonomi Vietnam akan stabil dan berkembang lagi," terangnya.

    Provinsi-provinsi utara industri Vietnam - rumah bagi pabrik-pabrik utama seperti Samsung dan Foxconn - sangat terpukul oleh wabah terbaru.

    Baca juga: Vietnam Ingin Produksi Vaksin Covid-19 untuk Didonasikan ke COVAX

    Puluhan ribu orang kehilangan pekerjaan di seantero negara itu. Bar dan restoran terpaksa ditutup di pusat-pusat utama seperti Hanoi dan Ho Chi Minh. Selain itu, pertemuan publik juga dilarang.

    Kasus meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak April hingga mencapai hampir 9.000. Meskipun jumlahnya rendah dibandingkan dengan sebagian besar tetangganya di Asia Tenggara, tingkat vaksinasi per kapita Vietnam adalah yang terendah di kawasan itu, dan di antara yang terendah di Asia.

    Pemerintah mengatakan, pihaknya bertujuan untuk mengamankan 150 juta dosis vaksin tahun ini untuk mencakup 70 persen populasinya dengan biaya USD1,1 miliar. Namun, hanya USD630 juta yang dialokasikan untuk pengadaan vaksin dalam anggaran.

    "Kontribusi keuangan dari komunitas dan masyarakat diperlukan untuk memungkinkan vaksinasi massal," ucap Perdana Menteri Pham Minh Chinh .

    Pada hari ini, lebih dari 231 ribu individu dan organisasi menyumbangkan sekitar USD181 juta (sekitar Rp2,5 triliun). "Sektor bisnis telah menjanjikan akan menyumbangkan USD140 juta," kata Kementerian keuangan.

    Namun, banyak yang ragu uang dari rakyat itu akan dibelanjakan.

    "Saya tidak yakin apakah uang yang disumbangkan akan digunakan untuk tujuan tunggal membeli vaksin untuk menyuntik setiap warga negara. Saya rasa saya tidak memiliki cukup kepercayaan untuk memberikan uang saya kepada mereka," kata pekerja kantor Pham Mai Chi.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id