comscore

Banjir Malaysia Belum Surut, Lebih Banyak Warga Dievakuasi ke Pengungsian

Marcheilla Ariesta - 02 Januari 2022 18:04 WIB
Banjir Malaysia Belum Surut, Lebih Banyak Warga Dievakuasi ke Pengungsian
Warga berjalan di tengah banjir di Shah Alam, Selangor, Malaysia, 21 Desember 2021. (Arif KARTONO / AFP)
Sabah: Hujan deras yang terus mengguyur Malaysia mengakibatkan banjir di beberapa dataran rendah negara tersebut. Alhasil, lebih banyak warga Malaysia yang terpaksa dievakuasi ke pusat bantuan dan pengungsian (PPS) pada Minggu, 2 Januari 2022.

Dua kabupaten di Sabah - Telupid dan Sandakan - menjadi area terdampak banjir setelah Kota Marudu, Paitan, dan Beluran.
Sekretariat Negara Penanggulangan Bencana Malaysia mengatakan, jumlah pengungsi banjir telah naik menjadi 717 orang dari 212 keluarga. Pada Sabtu malam, angkanya mencapai 566 orang.

Sebanyak 16 wilayah di Paitan terkena dampak banjir, disusul 10 area di Kota Marudu, dua di Telupid dan masing-masing satu di Beluran dan Sandakan.

Kota Marudu masih menjadi distrik dengan korban banjir terbanyak, dengan 253 di antaranya berada di pusat pengungsian di Sekolah Menengah Kebangsaan Tandek. Sedangkan 251 korban lainnya berada di pusat pengungsian di Sekolah Kebangsaan Teritipan.

Di Melaka, jumlah pengungsi naik menjadi 1.122 orang pada Minggu pagi. Padahal pada Sabtu malam, jumlahnya hanya 677 orang.

Direktur Departemen Pertahanan Sipil Melaka Letnan Kolonel Cuthbert John Martin Quadra mengatakan, semua korban berasal dari 11 wilayah di Alor Gajah, 11 di Melaka Tengah, dan tiga di Jasin.

"Sebanyak 653 korban, melibatkan 172 kepala keluarga (KK), berada di delapan PPS Alor Gajah, 437 korban (101 KK) di dua PPS di Melaka Tengah, dan 32 korban (enam keluarga) di PPS di Jasin," ucapnya dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Channel News Asia.

Di Johor, jumlah pengungsi banjir di Kecamatan Segamat dan Tangkak terus meningkat menjadi 1.646 orang.

Ketua Komite Kesehatan dan Lingkungan Negara R Vidyananthan mengatakan, delapan pusat bantuan tambahan telah diaktifkan di Segamat, menjadikan totalnya di tingkat kabupaten menjadi 27. Satu pusat bantuan telah dibuka di Tangak.

"Hujan dilaporkan terjadi di delapan kabupaten, dengan cuaca mendung di Tangkah dan Pontian," tambahnya.

Sementara itu, ketinggian air di dua sungai besar di negara bagian itu –- Sungai Segamat di Bandar Segamat dan Sungai Tangkak di Kampung Sri Makmur, Tangkak –- masih di atas tingkat bahaya.

Baca:  Raja Malaysia Minta Warga Bersiap Hadapi Banjir Gelombang Kedua


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id