comscore

Indonesia Lampaui Target Vaksinasi WHO Berkat Multilateralisme Efektif

Willy Haryono - 27 April 2022 18:00 WIB
Indonesia Lampaui Target Vaksinasi WHO Berkat Multilateralisme Efektif
Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar dalam CSIS Global Dialog 2022, Rabu, 27 April 2022. (CSIS)
Jakarta: Indonesia telah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam hal vaksinasi Covid-19 dua dosis hingga akhir 2021. WHO menetapkan targetnya di angka 40 persen, sementara Indonesia telah menyentuh 108.412.315 atau 40,12 persen hingga akhir Desember lalu.

Keberhasilan Indonesia ini akan menjadi sebuah pelajaran berharga yang dapat dibagikan ke negara lain saat KTT G20 2022.
"Kita dapat berbagi lesson learned dari pandemi ini. Walau kita belum bisa produksi vaksin sendiri, tapi Indonesia bisa menyediakannya ke mayoritas warga, dan telah mencapai hasil yang lebih baik dari target WHO untuk vaksinasi dua dosis," kata Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar dalam CSIS Global Dialog 2022, Rabu, 27 April 2022.

Lantas, bagaimana Indonesia bisa melampaui target WHO walau jumlah penduduknya merupakan yang terbanyak keempat di dunia? Salah satu jawabannya adalah kuatnya bidang multilateralisme. Sejak awal pandemi Covid-19 hingga saat ini, Indonesia terus mendorong kerja sama internasional dalam hal pengadaan vaksin Covid-19.

Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri dan institusi lain terus bekerja keras dalam menghadirkan vaksin Covid-19 bagi masyarakat sejak 2020. Berkat kerja keras ini, target vaksinasi lengkap pun akhirnya terlampaui, sementara suntikan booster masih terus dikejar.

"Penting untuk digarisbawahi adalah efektivitas dari multilateralisme dan kerja sama internasional kita. Ini adalah kuncinya," sebut Mahendra.

Sebelumnya dalam acara dialog yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presidensi Indonesia di G20 berkomitmen membangun arsitektur kesehatan global yang lebih baik. Langkah yang diambil adalah dengan menutup kesenjangan pembiayaan kesehatan antara negara maju dan berkembang.
 
"Diperlukan dana kesehatan untuk meningkatkan respons global terhadap Covid-19 dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi pandemi di masa depan," ungkap Luhut.

Baca:  Presidensi G20 Indonesia Komitmen Bangun Arsitektur Kesehatan Global


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id