PM Thailand Minta Maaf atas Tertundanya Program Vaksinasi Covid-19

    Marcheilla Ariesta - 16 Juni 2021 15:24 WIB
    PM Thailand Minta Maaf atas Tertundanya Program Vaksinasi Covid-19
    PM Thailand Prayuth Chan-ocha memegang dua dosis vaksin CoronaVac di Bangkok pada 24 Februari 2021. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)



    Bangkok: Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha meminta maaf atas tertundanya program vaksinasi Covid-19 di negaranya. Padahal, ribuan perusahaan swasta dan organisasi publik berlomba-lomba mengamankan vaksin yang diimpor akademi yang didukung kerajaan.

    PM Prayuth mengatakan penundaan disebabkan masalah pasokan dan distribusi. Sebelumnya, beberapa rumah sakit di Bangkok terpaksa menunda jadwal vaksinasi pekan ini.

     



    "Saya minta maaf atas masalah ini dan ingin bertanggung jawab penuh untuk menyelesaikannya," kata PM Prayuth dilansir dari Malay Mail, Rabu, 16 Juni 2021.

    "Kami akan mencoba mengelola ini dengan lebih baik ke depan," imbuhnya.

    Baca:  Tak Pakai Masker Saat Rapat, PM Thailand Didenda Rp2,8 Juta

    Sejauh ini, 4,76 juta dari sekitar 66 juta penduduk Thailand telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19.

    Strategi Thailand sangat bergantung pada perusahaan lokal yang dimiliki oleh rajanya. Perusahaan ini adalah produsen yang membuat vaksin AstraZeneca untuk didistribusikan di Asia Tenggara.

    Sayangnya, Bangkok harus menunda dan mengurangi beberapa pengiriman. Thailand berebut untuk mendapatkan lebih banyak vaksin dan mendiversifikasi merek dalam beberapa bulan terakhir.

    Hampir 7.000 organisasi, termasuk perusahaan swasta dan daerah di Thailand, sedang mencari "vaksin alternatif' dari sebuah akademi yang diketuai adik bungsu raja, Putri Chulabhorn.

    Pekan lalu, Negeri Gajah Putih mengatakan, 1 juta dosis vaksin Sinopharm harus tersedia mulai 20 Juni. Opas Karnkawinpong dari Departemen Pengendalian Penyakit Thailand memperkirakan 6,5 juta dosis vaksin Covid-19 dapat didistribusikan secara total bulan ini.

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id