TKI Diizinkan Ajukan Penyelidikan Terhadap Jaksa Penuntut Singapura

    Fajar Nugraha - 23 Oktober 2020 16:30 WIB
    TKI Diizinkan Ajukan Penyelidikan Terhadap Jaksa Penuntut Singapura
    Parti Liyani bertarung di Pengadilan Singapura untuk lawan jaksa yang mendakwanya. Foto: The Straits Times
    Singapura: Hakim Mahkamah Agung Singapura Sundaresh Menon pada Jumat 23 Oktober 2020 memberikan izin kepada Parti Liyani untuk mengajukan penyelidikan terhadap dua jaksa pentuntut dalam sidang tuduhan pencuriaannya. Sebelumnya Parti dibebaskan dari tuduhan pencurian dari keluarga majikannya yang merupakan petinggi Bandara Changi.

    Parti menuduh Wakil Jaksa Penuntut Umum Tan Yanying dan Tan Wee Hao melakukan pelanggaran dalam menangani persidangannya.

    Baca: Dibebaskan dari Dakwaan Pencurian, WNI Tuntut Balik Jaksa Singapura.

    Pada Maret 2019 lalu Parti divonis oleh pengadilan yang lebih rendah karena tuduhan mencuri 34 ribu dolar Singapura dari mantan CEO Grup Bandara Changi Liew Mun Leong dan keluarganya. Saat itu dia bekerja untuk mereka sebagai pembantu rumah tangga. Hukuman itu dibatalkan oleh Pengadilan Tinggi pada 4 September.

    Warga negara Indonesia itu mengajukan tuntutan kepada kedua jaksa yang dinilai tidak terus terang dalam melakukan pemeriksaan. Tidak hanya itu kedua jaksa juga dipertanyakan dalam mempresentasikan posisi mereka ke pengadilan.

    “Akibatnya saya diperiksa silang secara tidak adil. Saya dan pengadilan mungkin disesatkan,” ujar Parti, dikutip dari Channel News Asia, Jumat 23 Oktober 2020.

    Ada dua langkah dalam menentukan adanya kesalahan untuk penyelidikan semacam itu. Pertama, jika Ketua Mahkamah Agung yakin bahwa ada kasus prima facie (perkara pada sidang pertama). Jika demikian, apakah ada faktor relevan yang mendukung atau menentang penyelidikan tersebut.

    Ketua Mahkamah Agung menemukan bahwa terdapat kasus pelanggaran prima facie pada bukti dan bahwa tidak ada faktor yang relevan dengan kesalahan penyelidikan.

    “Ppertimbangan utama dalam kasus ini adalah kebutuhan untuk menegakkan administrasi peradilan yang tepat dan untuk menjaga integritas layanan publik, dan pengaduan tersebut menyentuh inti kewajiban yang dimiliki jaksa penuntut kepada pengadilan,” tegas Hakim Mahkamah Agung Menon.

    “Ada kepentingan publik yang berlebihan dalam menguji dan menetapkan validitas dari tuduhan yang telah diajukan,” kata Hakim Menon.

    Demo pemutar DVD

    Hakim Ketua Mahkamah Agung pada Jumat mengatakan, keluhan Parti adalah tentang cara jaksa mengarahkan bukti pada pemutar DVD Pioneer yang dituduhkan telah dia curi.

    “Secara khusus, Parti berpendapat bahwa jaksa penuntut telah menyembunyikan fakta material dan dengan demikian menciptakan kesan palsu bahwa perangkat itu berfungsi penuh,” kata Ketua Mahkamah Agung dalam keputusannya.
     

    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id