41 Orang Terluka dalam Bentrokan di Luar Parlemen Thailand

    Willy Haryono - 18 November 2020 08:21 WIB
    41 Orang Terluka dalam Bentrokan di Luar Parlemen Thailand
    Seorang polisi Thailand menyiramkan air ke wajahnya usai terkena efek gas air mata di tengah bentrokan di Bangkok. (Jack TAYLOR/AFP)
    Bangkok: Kekacauan melanda area sekitar gedung parlemen Thailand di Bangkok yang meliputi bentrokan antara demonstran dan petugas keamanan. Perseteruan juga terjadi antara pengunjuk rasa anti-pemerintah dan kelompok pendukung keluarga kerajaan Thailand.

    Dalam bentrokan terbaru di Bangkok pada Selasa, 17 November, lima orang dikabarkan mengalami luka tembak, dua di antaranya adalah mahasiswa. Bentrokan ini disebut-sebut sebagai yang terparah sejak gerakan menuntut reformasi di Thailand dimulai Juli lalu.

    Menurut pusat medis Erawan di Bangkok, dilansir dari laman Guardian, sebanyak 36 orang lainnya juga mengalami luka-luka usai terlibat bentrok dengan polisi.

    Aksi menuntut reformasi di Thailand sebagian besar digerakkan pemuda. Mereka meminta agar konstitusi Thailand direformasi, dan juga mendorong agar keluarga kerajaan lebih terbuka mengenai berbagai hal, termasuk soal anggaran.

    Merespons aksi protes, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha pernah menjanjikan pembahasan proposal amandemen konstitusi negara.

    Selasa kemarin, jajaran anggota parlemen Thailand sedang mempertimbangkan untuk menggelar debat terkait proposal amandemen konstitusi. Selama sesi pertemuan di parlemen, ribuan orang berunjuk rasa di luar gedung.

    Polisi berusaha menahan pergerakan massa dengan memasang beberapa penghalang, termasuk kawat berduri. Polisi juga menembakkan meriam air dan juga gas air mata ke arah pengunjuk rasa.

    Baca:  Demo Thailand Kembali Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

    Sebagian pedemo membawa balon bebek yang merupakan simbol penghinaan terhadap pemerintahan Thailand yang sarat petinggi militer. Saat petugas menembakkan meriam air, para pengunjuk rasa berlindung di balik bebek tersebut.

    Para demonstran terlihat batuk-batuk dan juga menuangkan air ke wajah mereka usai terkena semacam cairan kimia yang ditembakkan dari meriam air.

    "Berhenti menuduh kami melanggar hukum, justru Anda (polisi) yang melanggar hukum dengan melukai warga," kata Parit Chirawak, salah satu tokoh pemuda di Bangkok.

    "Kami berjuang demi masa depan yang lebih baik dan bagi semua orang. Jadi, jangan terus-menerus menembakkan meriam air," sambungnya.

    Seorang juru bicara polisi mengatakan, meriam air terpaksa digunakan karena para pengunjuk rasa berusaha menerobos masuk ke area terlarang. Sejak awal gelombang protes hingga saat ini, puluhan orang di Thailand telah ditangkap polisi atas berbagai tuduhan.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id