comscore

Anak Penggal Kepala Ibunya, Sang Ayah Masih Berikan Pengampunan

Fajar Nugraha - 19 Januari 2022 16:05 WIB
Anak Penggal Kepala Ibunya, Sang Ayah Masih Berikan Pengampunan
Anak yang membunuh ibu kandungnya sendiri di Malaysia. Foto: World of Buzz
Kuala Selangor: Malaysia dihebohkan dengan kasus seorang anak membunuh ibunya sendiri secara brutal. Kejadian pada akhir ini berlangsung di Kuala Selangor yang dilakukan oleh seorang pria berusia 28 tahun.

Pelaku diketahui memiliki catatan kriminal di masa lalu. Dia juga diyakini berada di bawah pengaruh obat-obatan dan meminta uang dari almarhumah ibunya untuk membeli beberapa narkotika untuk dirinya sendiri.
Namun permintaannya itu berujung pada percekcokan yang berakhir kematian sang ibu. Alhasil, situasi ini mempengaruhi seluruh keluarga dan meskipun terjadi peristiwa kelam yang menghantui.

Kebesaran hati ditunjukkan oleh sang ayah ketika pria yang tidak ingin diketahui namanya itu mengakui bahwa tragedi ini memberikan dampak besar pada keluarganya. Sang ayah menegaskan, apa pun yang terjadi di masa lalu dan di masa depan, pria berusia 28 tahun itu tetaplah putranya.

“Saya hanya bisa berdoa agar anak saya menyesali perbuatannya dan menjadi orang yang lebih baik di masa depan. Istri saya adalah orang yang baik,” sebut sang ayah, seperti dikutip dari World of Buzz, Rabu 19 Januari 2022.

Sang ayah juga mengungkapkan bahwa istrinya adalah sosok yang baik hati dan dermawan tidak hanya di dalam rumah, tetapi juga kepada orang-orang di sekitarnya di masyarakat.

“Dia tidak pernah melewatkan doanya dan telah menjadi ibu yang baik bagi semua anak-anaknya. Dia juga yang pertama membantu setiap kali ada pesta,” jelasnya.

Dia juga mengatakan bahwa meskipun kehilangan, yang masih dialami seluruh keluarga, dia menerimanya sebagai takdir dari Tuhan. Sementara itu, dia juga mengimbau masyarakat untuk berhenti membagikan foto-foto kejadian tersebut.

"Tolong hentikan. Itu sangat mempengaruhi keluarga kami dan istri saya tidak di sini lagi,” pinta sang ayah.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa empat bulan sebelum kematiannya, istrinya telah berbicara kepadanya tentang masalah pemakaman, seolah-olah dia meramalkan kematiannya.

Ketika pembunuhan itu terjadi, sang ayah sedang pergi dan dia diberitahu oleh seorang teman, yang dengannya dia segera bergegas pulang dan menemukan orang-orang di sekitar rumahnya.

“Kerusakan telah terjadi dan semua yang tersisa untuk keluarga hanyalah kenangan untuk dikenang. Kami berharap keluarga akan tetap kuat,” pungkas sang Ayah.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id