PM Muhyiddin Serahkan Semua Keputusan Pada Raja

    Marcheilla Ariesta - 13 Oktober 2020 21:28 WIB
    PM Muhyiddin Serahkan Semua Keputusan Pada Raja
    PM Malaysia Muhyiddin Yassin memakai masker. Foto: AFP.
    Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengatakan akan menyerahkan keputusan mengenai jabatannya kepada Raja Malaysia. Pernyataan ini disampaikan usai pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim menemui Yang Dipertuan Agong Sultan Abdullah pada hari ini, Selasa, 13 Oktober 2020.

    Dalam wawancaranya, Muhyiddin menuturkan fokusnya saat ini adalah mengelola pendemi virus korona (covid-19) dan ekonomi.

    "Saya tidak mau berkomentar tentang perbuatan Anwar di istana," katanya.

    "Sejauh yang saya ketahui, saya serahkan penilaian terbaik dari Agong (Raja). Menurut saya, Agong adalah orang yang paling terpelajar dan berkualitas. Dia memiliki caranya sendiri dalam melakukan sesuatu sesuai dengan ketentuan konstitusi," imbuh Muhyiddin, dilansir dari Channel News Asia.

    Muhyiddin berbicara kepada media melalui konferensi video, karena dia dalam masa karantina di rumah selama 14 hari usai seorang menteri yang menghadiri pertemuan dengannya dinyatakan positif covid-19.

    Ia menambahkan, saat Anwar bertemu raja, dirinya tengah membahas masalah covid-19 dnegan semua anggota Dewan Keamanan Nasional (MKN) secara daring.

    Anwar bertemu raja untuk menyampaikan klaimnya mengenai dukungan dari mayoritas anggota parlemen Malaysia. Ia menyerahkan dokumen otentik yang membuktikan dukungan lebih dari 120 anggota parlemen kepadanya untuk membentuk pemerintahan baru kepada raja.

    “(Dukungan) ini mencapai lebih dari 120 (anggota parlemen). Tapi karena Yang di-Pertuan Agong (YDPA) akan memanggil pimpinan partai, sudah sewajarnya kita harus bersabar, memberi ruang dan kewenangan bagi YDPA untuk memutuskan,” ujar Anwar.

    Pertemuan dengan raja hari ini terjadi usai Anwar mengumumkan bahwa dirinya mendapat dukungan kuat dari parlemen pada 23 September lalu. Namun kala itu Anwar tidak jadi ke istana karena sang raja harus dirawat di rumah sakit karena keracunan makanan. Raja Malaysia selesai dirawat dan keluar dari rumah sakit pada 2 Oktober.
     
    Anwar, presiden dari Parti Keadilan Rakyat (PKR), terpilih sebagai anggota parlemen untuk wilayah Port Dickson dalam pemilihan umum pada Oktober 2018. Itu terjadi lima bulan usai aliansi Pakatan Harapan (PH) menggulingkan Barisan Nasional (BN) dalam pemilu untuk membentuk pemerintahan baru.
     
    Pernah dipenjara atas tuduhan sodomi, Anwar mendapat pengampunan dari raja usai kemenangan mengejutkan koalaisi Pakatan Harapan (PH). Kala itu, ia digadang-gadang menjadi pengganti Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di bawah pemerintahan PH.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id