Populer Internasional: Penolak Vaksinasi Filipina Diancam Penjara hingga Senjata Israel

    Fajar Nugraha - 23 Juni 2021 07:18 WIB
    Populer Internasional: Penolak Vaksinasi Filipina Diancam Penjara hingga Senjata Israel
    Presiden Filipina Rodrigo Duterte ancam penjarakan warga yang menolak divaksinasi covid-19. Foto: AFP



    Manila: Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memenjarakan orang yang menolak divaksinasi virus korona saat negara itu berupaya memerangi salah satu wabah terburuk di Asia.

    Kabar mengenai tindakan keras Duterte ini menjadi berita terpopuler Internasional Medcom. Diikuti dengan beberapa berita lainnya.

     



    Termasuk yang menjadi terpopuler antara lain Pasukan AS ditarik, kelompok militan Taliban menguasai beberapa distrik penting di Afghanistan.

    Kemudian isu lain yang menjadi berita terpopuler Internasional Medcom adalah kecanggihan sistem pertama Israel yang menggunakan laser untuk jatuhkan drone. Berikut selengkapnya:


    1. Presiden Filipina Ancam Penjarakan Warga yang Tolak Vaksinasi Covid-19

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memenjarakan orang yang menolak divaksinasi virus korona saat negara itu berupaya memerangi salah satu wabah terburuk di Asia. Filiipina mencatat lebih dari 1,3 juta kasus dan lebih dari 23.000 kematian akibat pandemi covid-19.
     
    "Anda pilih, vaksin atau saya akan memenjarakan Anda," kata Duterte dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin 21 Juni 2021, seperti dikutip Channel News Asia, Selasa 22 Juni 2021.
     
    Kemarahan Duterte memuncak menyusul laporan jumlah warga yang rendah kehadirannya di beberapa lokasi vaksinasi di ibu kota Manila.

    Pernyataan Duterte bertentangan dengan pernyataan pejabat kesehatannya yang mengatakan bahwa meskipun orang-orang didesak untuk menerima vaksin covid-19, itu bersifat sukarela.

    Apa yang menyebabkan kemarahan dari Duterte? Selanjutnya di sini.

    2. Pasukan AS Ditarik, Taliban Kuasai Distrik Penting di Afghanistan

    Militan Taliban menguasai sebuah distrik kunci di Provinsi Kunduz, Afghanistan pada Senin 22 Juni 2021. Mereka mengepung ibu kota provinsi itu dan menambah kemenangannya di medan perang baru-baru ini, di saat pembicaraan damai menemui jalan buntu.


     
    Keuntungan Taliban datang ketika Pentagon menegaskan kembali penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) masih dalam kecepatan untuk diselesaikan pada awal September.

    Hingga saat ini puluhan distrik telah jatuh ke tangan Taliban sejak 1 Mei, ketika pasukan AS dan NATO memulai keberangkatan terakhir mereka dari Afghanistan. Seperti distrik Imam Sahib di Kunduz utara, signifikansinya sering terletak pada kedekatannya dengan jalan raya dan kota-kota besar.

    Mengapa pasukan Afghanistan tidak mampu melawan? Simak di tautan ini.
     

    3. Makin Canggih, Israel Gunakan Laser untuk Jatuhkan Drone

    Israel dikabarkan menggunakan laser udara untuk menembak jatuh pesawat tak berawak atau drone dalam serangkaian tes. Setidaknya ini disampaukan oleh para pejabat Israel yang menyebutnya sebagai tonggak sejarah untuk memperbarui sistem pertahanannya yang sudah kuat.
     
    “Selama tes, yang berlangsung selama seminggu terakhir, prototipe sistem laser berdaya tinggi yang dibawa pada pesawat sipil kecil berhasil mencegat beberapa UAV (unmanned aerial vehicle atau drone),” kata Kepala Unit Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Israel, seperti dikutip AFP, Selasa 22 Juni 2021.
     
    “Sistem itu dapat menjatuhkan benda terbang apa pun, termasuk drone, mortir, roket, rudal balistik," ucap Rotem, seraya menambahkan bahwa mereka berharap memiliki prototipe yang berfungsi dalam tiga hingga empat tahun.

    Seperti apa kecanggihan laser yang digunakan Israel? Simak di sini.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id