comscore

Menhan Filipina: Tiongkok Ingin Kuasai Banyak Wilayah Laut China Selatan

Surya Perkasa - 05 April 2021 06:56 WIB
Menhan Filipina: Tiongkok Ingin Kuasai Banyak Wilayah Laut China Selatan
200 kapal Tiongkok yang terdeteksi sekitar 320 kilometer sebelah Pulau Palawan di Laut China Selatan. Foto: AFP
Manila: Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan pada Minggu 4 April bahwa Tiongkok ingin menduduki lebih banyak wilayah di Laut China Selatan. Komentar itu terkait berlanjutnya kehadiran kapal Tiongkok yang diyakini Manila diawaki oleh milisi di bagian jalur perairan strategis yang disengketakan.

"Kehadiran terus menerus milisi maritim Tiongkok di daerah itu mengungkapkan niat mereka untuk menduduki lebih lanjut (wilayah) di Laut Filipina Barat," kata Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana dalam sebuah pernyataan, menggunakan nama lokal untuk Laut China Selatan.
Itu adalah pernyataan bermusuhan kedua oleh Lorenzana dalam dua hari saat dia mengulangi seruan Filipina agar kapal-kapal Tiongkok meninggalkan Whitsun Reef, yang disebut Manila sebagai Julian Felipe Reef. Lokasi itu  terletak dalam zona ekonomi eksklusif 200 mil laut.

Diplomat Tiongkok mengatakan bahwa kapal-kapal yang berlabuh di dekat terumbu karang -,berjumlah lebih dari 200 berdasarkan intelijen awal yang dikumpulkan oleh patroli Filipina,- berlindung dari laut yang ganas dan tidak ada milisi di dalamnya.

Pada Sabtu 3 April, Lorenzana mengatakan masih ada 44 kapal Tiongkok di Whitsun Reef meskipun kondisi cuaca membaik.

"Saya tidak bodoh. Sejauh ini cuaca bagus, jadi mereka tidak punya alasan untuk tinggal di sana," tegas Lorenzana, seperti dikutip Channel News Asia, Senin 5 April 2021.

Kedutaan Besar Tiongkok di Manila menanggapi komentar Lorenzana, dengan mengatakan bahwa ‘sangat normal’ bagi kapal Tiongkok untuk menangkap ikan di daerah tersebut dan berlindung di dekat terumbu selama kondisi laut yang buruk.

"Tidak ada yang memiliki hak untuk membuat pernyataan ceroboh tentang kegiatan seperti itu,” ujar pihak Kedubes Tiongkok.

Pengadilan internasional membatalkan klaim Tiongkok atas 90 persen Laut China Selatan pada tahun 2016. Tetapi Beijing tidak mengakui keputusan itu dan telah membangun pulau-pulau buatan di perairan sengketa yang dilengkapi dengan radar, baterai rudal, dan hanggar untuk jet tempur.

"Mereka telah (menduduki wilayah yang disengketakan) sebelumnya di Panatag Shoal atau Bajo de Masinloc dan di Panganiban Reef, dengan berani melanggar kedaulatan Filipina dan hak kedaulatan di bawah hukum internasional," pungkas Lorenzana.

(SUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id