Melawan Paradigma Lama Mengenai Perempuan Penting untuk Kemajuan Bangsa

    Marcheilla Ariesta - 21 April 2021 20:48 WIB
    Melawan Paradigma Lama Mengenai Perempuan Penting untuk Kemajuan Bangsa
    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bahas kesetaraan gender di Hari Kartini. Foto: Dok. Kemenlu RI.



    Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan melawan paradigma lama mengenai kaum perempuan adalah tantangan yang harus dihadapi Kartini saat ini. Perempuan modern saat ini harus maju dan wajib hukumnya mendapatkan kesetaraan hak serta ruang yang sama dengan kaum laki-laki.

    "Mengubah paradigma penting karena perempuan bukan hanya punya hak yang sama, tapi juga peluang yang sama," tutur Retno dalam diskusi 'Kartini dan Kesetaraan Gender: Perspektif Diplomat Pria' yang dilakukan secara daring, Rabu, 21 April 2021.

     



    Retno mengatakan, kesetaraan gender bukan hanya soal keadilan, namun harus dipastikan hak dan kewajibannya sama.

    "Perubahan paradigma ini diyakini berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa," ucapnya.

    Menurut dia, kesetaraan gender bukan hanya mengenai isu hak asasi manusia, namun juga terkait dengan kinerja ekonomi suatu negara. Menurutnya, perubahan paradigma ini harus dilakukan inklusif, bukan hanya oleh perempuan tapi juga kaum laki-laki.

    "Pengakuan dan afirmasi dari laki-laki adalah wajib hukumnya, karenanya saya sambut adanya Peraturan Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Kementerian Luar Negeri," ungkap Retno.

    Baca juga: Cara Maudy Ayunda dan Menlu Retno Marsudi Hidupkan Spirit Kartini

    Ia merasa bangga karena kementerian yang dipimpinnya sudah melakukan berbagai upaya internal untuk kesetaraan gender. Menurut Retno, hal tersebut harus terus-menerus dilestarikan.

    Retno menambahkan bahwa perempuan juga harus berani bermitra, khususnya dengan kaum laki-laki. Menurutnya, keragaman gender pada tingkat eksekutif memiliki 21 persen lebih besar keuntungannya. 

    "Ini menunjukkan tujuan kita bersama dalam suatu organisasi untuk mendorong pengambilan keputusan baik oleh perempuan dan laki-laki adalah penting," imbuhnya.

    Retno merupakan menteri luar negeri perempuan pertama yang dimiliki Indonesia. Ia menjabat sebagai menlu sejak 2014 dan terus berlanjut hingga kini.

    Banyak pencapaian yang telah diraih Keme nlu RI sejak dipimpin Retno. Ia menjadi salah satu Kartini masa kini di Kabinet Indonesia Maju yang dinilai tegas dan terampil.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id