comscore

Tutup BDF 14, Wamenlu Cerita Dampak Buruk Pandemi Covid-19 bagi Bali

Marcheilla Ariesta - 09 Desember 2021 23:53 WIB
Tutup BDF 14, Wamenlu Cerita Dampak Buruk Pandemi Covid-19 bagi Bali
Wamenlu Mahendra Siregar dalam penutupan Bali Democracy Forum ke-14. Foto: Dok.Kemenlu RI
Denpasar: Menutup gelaran Bali Democracy Forum ke-14 (BDF) pada Kamis 9 Desember 2021, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar menceritakan buruknya dampak pandemi covid-19 terhadap Bali.

Wamenlu Mahendra sempat menceritakan terkait kondisi dan tantangan yang dihadapi Bali terkait dampak pandemi covid-19. Bali menjadi contoh kasus upaya pemulihan berkelanjutan di masa new normal.
Baca: Organisasi Bali Inginkan BDF Khusus untuk Bantu Ekonomi Pulau Dewata.

“Tingkat vaksinasi di pulau (Bali) dengan dua suntikan sudah mencapai 70 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah Indonesia lainnya yang masih sekitar 40 persen. Tetapi sampai saat ini perekonomian Bali masih mencatat pertumbuhan ekonomi minus 2,9 persen pada kuartal ketiga 2021. Pada kuartal yang sama tahun lalu, pertumbuhannya bahkan hanya mencapai minus 2,12 persen,” ujar Wamenlu Mahendra, dalam penutupan Bali Democracy Forum ke-14.

“Ini berarti kondisi ekonomi di Bali per kuartal ketiga tahun ini 15 persen lebih kecil dibanding 2019. Kondisi inilah yang membuat Bali menjadi salah satu provinsi yang paling buruk terdampak pandemi. Karena tingkat perekonomian di hampir seluruh wilayah Indonesia saat ini sudah naik hingga 2-3 persen, dibanding saat sebelum pandemi di 2019,” imbuhnya.

Oleh karena itu menurut Mahendra, meskipun tingkat vaksinasi yang tinggi dianggap sebagai prasyarat untuk pemulihan ditambah dengan program kesejahteraan sosial, serta implementasi yang inklusif dan kreatif serta inovatif, itu jelas tidak cukup. Bahkan dalam 2 tahun setelah pandemi melanda dunia.

Jika ditanya ke warga Bali untuk memilih antara hidup dan mata pencaharian, sebagai masyarakat yang religius banyak dari mereka menjawab bahwa kematian adalah suatu kepastian dan sudah menjadi bagian siklus kehidupan. Tetapi tanpa mata pencaharian, seluruh keluarga, seluruh desa dan masyarakat akan kehilangan kehidupan nyata.

“Ada pepatah dimana ada keinginan di situ ada jalan. Partisipasi anda di Bali Democracy forum saat ini, menggambarkan keinginan kolektif untuk mencari jalan menegakkan demokrasi dan mengatasi tantangan bersama dalam mempromosikan nilai ini,” tutur Mahendra.

Diskusi BDF ini bagi Mahendra ditujukan untuk mengatasi tantangan dalam pandemi dan dampaknya. Menjadi sebuah determinasi untuk tidak menyerah dan mencari cara transformatif untuk mempersiapkan masa depan.

“Berbagai pendapat, wawasan, dan rekomendasi dari pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, khususnya masyarakat sipil, media, mahasiswa, pemuda, dan sektor swasta sudah kami dengar,” tuturnya.

Tetapi salah satu isu yang paling penting untuk diperhatikan adalah kesetaraan demi mencapai proses pemulihan. Wamenlu menekankan akses vaksin untuk memerangi pandemi covid-19.

“Menjadi sebuah keharusan, kita harus mendorong semua elemen masyarakat untuk bekerja sama dengan menjunjung tinggi norma dan nilai demokrasi dalam mengatasi dampak buruk pandemi covid-19. Paling penting adalah memastikan akses yang sama untuk mendapatkan vaksin demi memerangi pandemi dengan gerbang vaksinasi global yang terus berkembang," tegas mantan Wakil Menteri Keuangan itu.

Menurut Mahendra covid-19 telah memberikan pelajaran yang sangat baik bagi pemulihan. Bagi Mahendra pemulihan dari pandemi harus didasari pada prinsip kemanusiaan.

“Pemulihan harus didasarkan pada prinsip kemanusiaan yang menekankan kebijakan inklusif yang melibatkan semua orang dan bermanfaat bagi semua," ujarnya.

Bali Democracy Forum ke-14 membawa tema Democracy for Humanity: Advancing Economic and Social Justice during the Pandemic. Tema yang diambil menyoroti sejumlah ketidakadilan ekonomi dan sosial yang berkembang di masyarakat, sebagai salah satu dampak dari pandemi.

Kegiatan tahun ini digelar secara hibrida, atau secara tatap muka dan daring, dengan mengundang 50 perwakilan negara dan organisasi internasional. Acara fisik BDF berlangsung di Pulau Dewata Bali.
 
Tiga subtema yang akan dibahas dalam BDF tahun ini antara lain, kemiskinan, ketidaksetaraan, dan inklusivitas.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id