Malaysia Selidiki Dokumenter Penahanan Imigran di Tengah Covid-19

    Marcheilla Ariesta - 07 Juli 2020 16:20 WIB
    Malaysia Selidiki Dokumenter Penahanan Imigran di Tengah Covid-19
    Pengungsi Rohingya yang ditahan Malaysia pada 8 Juni 2020. Foto: Facebook/Channel News Asia
    Kuala Lumpur: Polisi Malaysia mengatakan tengah menyelidiki sebuah film dokumenter yang dibuat stasiun televisi Al Jazeera mengenai penangkapan para imigran tak berdokumen selama penguncian akibat virus korona. Pejabat Negeri Jiran mengecam film itu karena dianggap merusak citra negara.

    Beberapa aktivis, jurnalis, dan tokoh oposisi menganggap penyelidikian ini sebagai upaya membungkam perbedaan pendapat.

    Dilansir dari AFP, Selasa, 7 Juli 2020, film dokumenter berjudul 'Locked up in Malaysia's Lockdown' atau 'Terkunci di Malaysia yang Dikunci'. Film tersebut berfokus pada penahanan ratusan migran yang ditemukan tanpa dokumen yang valid di daerah yang berada di bawah penguncian ketat.

    Kepala Polisi Diraja Malaysia Abdul Hamid Bador mengatakan, penyelidikan telah dilakukan setelah adanya pengaduan mengenai film dokumenter berdurasi 25 menit itu.

    "Kami akan memeriksa apakah laporan itu berisi unsur-unsur penghasutan atau pelanggaran lainnya di bawah hukum negara," kata dia dalam konferensi pers.

    "Kami akan segera memanggil mereka (pembuat film) untuk diinterogasi. Kami akan memutuskan tuduhan setelah mereka berhasil diwawancara," tuturnya.

    Al Jazeera, yang menyiarkan film dokumenter itu pekan lalu, belum menanggapi hal tersebut.

    Program ini memicu reaksi warganet dan para menteri. Menteri Pertahanan Ismail Sabri Yaakob menuntut permintaan maaf dari Al Jazeera.

    "Mereka melaporkan hal-hal salah, menuduh kami rasis," kecamnya.

    Kekhawatiran mengenai memburuknya kebebasan berekspresi telah tumbuh di Malaysia sejak runtuhnya pemerintah reformis pada Februari lalu yang membuat partai 'skandal-berkuasa' kembali memiliki tempat.

    Saat ini, salah satu portal berita independen terkemuka di negara itu, Malaysiakini menghadapi proses persidangan pekan depan dengan tuduhan penghinaan.




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id