WNI di Brunei Diimbau Segera Pulang ke Indonesia

    Willy Haryono - 23 Maret 2020 09:17 WIB
    WNI di Brunei Diimbau Segera Pulang ke Indonesia
    Pesawat maskapai Royal Brunei Airlines. (Foto: AFP/Getty/Roslan Rahman)
    Bandar Seri Begawan: Duta Besar Indonesia Dr Sujatmiko mengimbau kepada seluruh warga negara Indonesia yang ada di Brunei Darussalam untuk segera pulang ke Tanah Air. Ini dikarenakan Pemerintah Brunei akan menghentikan penerbangan internasional, termasuk Indonesia.

    Terdapat beberapa pengecualian, yakni untuk rute ke Singapura, Manila, Hong Kong, dan Melbourne. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan hari ini, Senin 23 Maret 2020.

    "Semua penerbangan langsung ke Jakarta, Surabaya, dan Denpasar, akan ditiadakan mulai 23 Maret," ujar Dubes Sujatmiko, dalam keterangan video yang diterima awak media.

    "Saya mengimbau kepada seluruh WNI di Brunei, baik itu wisatawan, pelajar, atau pengusaha yang tidak memiliki urgensi di sini, untuk segera pulang sebelum Anda semua tertahan," lanjutnya.

    Dubes Sujatmiko memberikan beberapa opsi kepada WNI yang ingin pulang di tengah larangan penerbangan Brunei. WNI diimbau untuk terlebih dahulu terbang ke empat destinasi yang masih dibuka -- Singapura, Manila, Hong Kong, dan Melbourne -- untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Tanah Air.

    Terdapat juga opsi kedua, yakni menanti maskapai Air Asia yang akan membuka rute dari Brunei ke Kuala Lumpur, Malaysia. Namun rute tersebut baru akan dibuka pada 1 April mendatang.

    Sejak 16 Maret, Brunei telah meminta semua orang untuk tidak bepergian ke luar negeri. Hal itu juga berlaku bagi semua warga negara asing yang ada di Brunei.

    Para pemegang pass hijau harus terlebih dahulu lapor ke kantor perdana menteri jika ingin pulang. Sementara yang tidak memiliki pass, cukup menunjukkan tiket di Bandara Internasional Bandar Seri Begawan.

    "Saat dalam penerbangan ke Bandara Soekarno Hatta, WNI harus mengisi formulir kesehatan yang nanti diserahkan saat mendarat," tutur Dubes Sujatmiko.

    "WNI yang suhu tubuhnya tinggi dan memperlihatkan gejala-gejala (covid-19), maka akan dibawake dokter dan dipantau lebih jauh. Jika terpaksa dikarantina, maka karantina akan berlangsung 14 hari," lanjut dia.

    Sejak 20 Maret, semua orang yang tiba di Brunei langsung dijemput bus-bus menuju lokasi isolasi. Langkah ini merupakan upaya meminimalisasi penyebaran covid-19 di Brunei Darussalam.

    Untuk semua WNI di Brunei, Dubes Sujatmiko menyerukan untuk tidak malu menghubungi hotline 148 dan juga pihak KBRI jika merasakan gejala-gejala flu atau ingin mengadukan masalah lain, seperti bisa.

    KBRI Bandar Seri Begawan hingga saat ini masih membuka layanan dari pukul 09.00 hingga 16.00. "Kami berharap wabah ini segera berakhir. WNI diminta untuk segera melapor jika ada masalah apapun," pungkas Dubes Sujatmiko.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id