Kasus Penyiksaan WNI di Jeddah Mulai Diproses Hukum

    Fajar Nugraha - 16 Juli 2020 07:37 WIB
    Kasus Penyiksaan WNI di Jeddah Mulai Diproses Hukum
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Jakarta: Pemerintah Indonesia mengecam keras penyiksaan yang dialami oleh pekerja migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi. Penyiksaan dialami oleh WNI bernama Sulasih binti Sukiran Sadli (SSS) di Jeddah, Arab Saudi.

    Baca: WNI Disiksa Majikan di Jeddah, Kepalanya Terluka.

    “Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan terhadap Ibu SSS oleh majikannya. Tindakan tersebut melampaui batas perikemanusiaan,” pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis 16 Juli 2020.

    “SSS saat ini berada di rumah sakit dan dalam kondisi stabil,” imbuh pernyataan.

    Saat ini Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah tengah meminta pihak rumah sakit melakukan visum untuk mendukung proses penegakan hukum. KJRI juga mendampingi SSS dalam proses penyelidikan oleh kepolisian setempat serta memindahkan korban ke King Fahd Hospital untuk menanganan medis yang lebih baik.

    “KJRI sudah koordinasi dengan otoritas Saudi Arabia meminta agar kasus penyiksaan ini ditindaklanjuti secara hukum,” imbuh pernyataan yang dikeluarkan Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI itu.

    Pihak kementerian luar negeri sudah hubungi keluarga dan terus mengupdate penanganan kasus.

    Sebelumnya menurut Dewan Perwakilan Luar Negeri SBMI yang mendapat keterangan dari anak SSS, Anggi, tubuh Ibunya penuh dengan luka di kepala, seperti dibenturkan dengan benda keras. Anggi menambahkan telinga SSS bengkak dan di kedua tangannya ada bekas setrika.

    SSS dilaporkan berangkat pada 17 November 2019. Dia diberangkatkan oleh perekrut calo.
     
    SBMI menuturkan dari keterangan Anggi, bahwa saat SSS berangkat, dia tidak diperbolehkan didampingi keluarga. Begitu tiba di Jeddah, baru dua bulan bekerja sudah mendapat perlakuan tidak enak dari majikan wanitanya.

    Telepon seluler sempat dipegang oleh korban, namun satu bulan kemudian keluarga kehilangan kontak. SSS baru menghubungi keluarganya lagi saat Lebaran hari pertama dan di sebelahnya ada majikan perempuan serta waktu berkomunikasi pun dibatasi.


    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id