comscore

Melirik Kandidat Kuat Perdana Menteri Malaysia

MetroTV - 17 Agustus 2021 12:45 WIB
Melirik Kandidat Kuat Perdana Menteri Malaysia
Pemimpin oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, digadang-gadang menjadi salah satu kandidat Perdana Menteri Malaysia. AFP
Malaysia: Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin mengundurkan diri setelah menemui Raja Malaysia Tang Dipertuan Agong Sultan Abdullah pada Senin, 16 Agustus 2021, siang. Beberapa nama digadang-gadang menjadi pengganti Muhyiddin.

Raja Malaysia menyetujui pengunduran diri PM Malaysia Muhyiddin Yassin beserta segenap jajaran kabinet yang dipimpinnya. Setelah menjabat selama 17 bulan, Muhyiddin mengundurkan diri karena dukungan terhadap dirinya di Parlemen Malaysia jatuh tapai.
Pengganti Muhyiddin tak pasti karena tidak ada anggota parlemen yang memiliki suara mayoritas. Namun, Raja Malaysia segera bertemu anggota parlemen agar tiap partai mengajukan kandidat PM yang baru.

Beberapa nama muncul. Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) berpotensi mengambil alih jabatan tersbut.

“Kalau kita mau memperkirakan dari UMNO misalnya memang ada beberapa nama dan antara yang digadang itu adalah Ismail Sabri Yaakob,” ujar jurnalis Metro TV Nadia Mochsin melaporkan untuk program Headline News dari Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa, 17 Agustus 2021.

Tengku Razaleigh Hamzah dari UMNO muncul sebagai kandidat PM Malaysia selanjutnya. Masalahnya, UMNO harus mampu meyakinkan Partai Bersatu dan Partai Islam Malaysia (PAS) agar tetap berkoalisi jika ingin mencalonkan kadernya.

Anwar Ibrahim sebagai kader Pakatan Harapan juga digadang-gadang menjadi PM Malaysia. Namun, koalisi oposisi yang terdiri dari Parti Tindakan Demokratik (DAP), Parti Keadilan Rakyat (PKR), dan Parti Amanah Negara (Amanah) hanya memiliki 88 dukungan dari ahli parlemen.

Koalisi ini masih membutuhkan 23 dukungan jika ingin Anwar Ibrahim Maju. Nadia mengatakan pencalonan PM Malaysia selanjutnya memang akan menempuh proses yang rumit dan panjang.

Kepentingan dari anggota parlemen yang sulit ditebak. Selain itu, upaya lompat koalisi antara partai di parlemen pun lumrah terjadi.

Ada kemungkinan koalisi pendukung Anwar Ibrahim bergabung dengan UMNO untuk membentuk pemerintah persatuan. Walaupun UMNO menyatakan tidak akan menerima Anwar untuk dicalonkan sebagai PM Malaysia.

“Beberapa hari ke depan ini apa saja bisa terjadi,” jelas Nadia. (Widya Finola Ifani Putri)

(SUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id