comscore

Mundur dari Tinju, Manny Pacquiao Resmi Daftar sebagai Capres Filipina

Fajar Nugraha - 01 Oktober 2021 15:01 WIB
Mundur dari Tinju, Manny Pacquiao Resmi Daftar sebagai Capres Filipina
Mantan petinju Manny Pacquiao resmi daftarkan diri sebagai calon Presiden Filipina. Foto: AFP
Manila: Presiden Rodrigo Duterte akan memiliki lawan kuat dalam pertarungan untuk mempertahankan kekuasaannya. Mantan petinju Manny Pacquiao resmi untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Filipina.

Pacquiao pun telah mengajukan berkas untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Jumat 1 Oktober ini adalah awal dari periode pendaftaran selama seminggu bagi para kandidat yang ingin memimpin negara Asia Tenggara yang telah terpukul keras oleh pandemi covid-19 dan konflik politik yang mendalam.
Pejabat pemilu menempatkan pembatasan ketat untuk mencegah periode pendaftaran menarik kerumunan besar pendukung politik dan menjadi sarang infeksi virus korona.

Selain presiden dan wakil presiden, lebih dari 18.000 jabatan nasional, lokal dan kongres akan diperebutkan dalam pemilihan 9 Mei 2022.

Mereka yang berharap untuk sukses di kotak suara hanya dapat membawa hingga tiga teman saat mendaftarkan pencalonan mereka untuk mencegah adegan kacau masa lalu dari kandidat yang muncul dengan bintang film, band musik, dan gerombolan pengikut yang gaduh.

"Kami benar-benar berusaha keras untuk memastikan bahwa pengajuannya akan masuk akal," kata Juru Bicara Komisi Pemilihan James Jimenez, seperti dikutip AFP, Jumat 1 Oktober 2021.

Namun, ratusan penggemar dan pendukung dengan topeng wajah dan memegang potret Pacquiao dan bendera kecil Filipina berjajar di jalan menuju pusat pendaftaran pemilu yang dijaga ketat di Teluk Manila untuk menyemangati konvoinya.

Banyak yang memperkirakan persaingan untuk menggantikan Presiden kontroversial Rodrigo Duterte akan ramai dan bermusuhan secara politik.

Pacquiao, mantan Kepala Polisi Nasional Panfilo Lacson dan Wali Kota Manila Isko Moreno telah menyatakan mereka akan mencalonkan diri sebagai presiden.

Sementara Duterte sendiri telah menerima pencalonan dari partai yang berkuasa agar dia mencalonkan diri sebagai wakil presiden dalam sebuah langkah yang memicu perdebatan konstitusional dan mengejutkan lawan-lawan yang telah lama mengutuknya sebagai bencana hak asasi manusia.

Presiden Filipina secara konstitusional dibatasi untuk satu kali masa jabatan enam tahun. Seorang ahli konstitusi mengatakan, dia akan mempertanyakan pencalonan Duterte di hadapan Mahkamah Agung karena keberhasilan pencalonan wakil presiden akan menempatkan dia dalam satu langkah kembali mencalonkan diri.


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id