Uni Eropa Sekali Lagi Diminta Adil terhadap Kelapa Sawit Indonesia

    Willy Haryono - 02 Juni 2021 12:03 WIB
    Uni Eropa Sekali Lagi Diminta Adil terhadap Kelapa Sawit Indonesia
    Ilustrasi petani sawit. (Medcom.id/Nia Deviyana)



    Jakarta: Kelapa sawit kembali menjadi topik pembicaraan antara Indonesia dan Uni Eropa. Dalam pertemuan dengan Perwakilan Tinggi Urusan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Josep Borrell di Jakarta, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sekali lagi meminta UE berlaku adil terhadap kelapa sawit Indonesia.

    "Saya dan HRVP Borrell mendiskusikan kembali isu kelapa sawit Indonesia. Permintaan Indonesia sederhana, agar kelapa sawit Indonesia diperlakukan secara adil," ungkap Menlu Retno dalam konferensi pers gabungan bersama Borrell di Kemenlu RI, Jakarta pada Rabu, 2 Juni 2021.

     



    "Saya juga telah sampaikan keseriusan Pemerintah Indonesia dalam menghasilkan kelapa sawit secara berkelanjutan dan terus memperkuat ISPO," sambungnya.

    ISPO merujuk pada Indonesia Sustainable Palm Oil System, suatu kebijakan Kementerian Pertanian dalam upaya meningkatkan daya saing kelapa sawit dalam negeri di level global.

    Menlu Retno juga telah bertukar pikiran dengan Borrell mengenai komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi. Ditekankan kepada UE bahwa pembangunan hijau dan berkelanjutan merupakan prioritas Indoensia.

    Mengenai lingkungan hidup, Indonesia memberikan dukungan penuh bagi kesuksesan KTT Perubahan Iklim COP26 di Glasgow yang akan digelar pada November mendatang. Indonesia berharap pertemuan tersebut dapat memberikan ruang bagi pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang.

    "Indonesia juga terbuka bagi investasi dan transfer teknologi, termasuk transisi energi," sebut Menlu Retno.

    Ke depannya, lanjut Menlu Retno, RI juga mengharapkan dukungan UE untuk pembentukan Innovative Financing For Green Infrastructure di Indonesia; pengembangan biofuel dan electric mobility; Pembiayaan proyek-proyek infrastruktur berbasis lingkungan; dan pengembangan pengolahan biji nikel baterai lithium.

    "Dalam pembicaraan tadi kami juga sepakat untuk mendorong penyelesaian negosiasi Indonesia-EU CEPA," tutur Menlu Retno.

    Sebelumnya pada Desember lalu, Menlu Retno mengatakan bahwa industri kelapa sawit telah menyediakan 26 juta lapangan pekerjaan di kawasan. Lebih dari 40 persen perkebunan sawit dikelola oleh petani kecil di ASEAN.
     
    Di Indonesia, industri ini telah menekan angka kemiskinan sebesar 10 juta dan berkontribusi pada devisa sebesar USD23 miliar pada 2019. Komisi UE pada Maret 2019 meloloskan aturan pelaksanaan (delegated act) atas Renewable Energy Directive/RED II.

    Baca:  Uni Eropa Kembali Diminta Adil atas Minyak Kelapa Sawit Indonesia

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id