comscore

Thailand dan Separatis Sepakati Gencatan Senjata Selama Ramadan

Willy Haryono - 02 April 2022 12:01 WIB
Thailand dan Separatis Sepakati Gencatan Senjata Selama Ramadan
Seorang prajurit berpatroli di Tak Bai, Thailand selatan, 24 Oktober 2019. (Madaree TOHLALA / AFP)
Kuala Lumpur: Pemerintah Thailand dan kelompok separatis di wilayah selatan telah menyepakati gencatan senjata pada Jumat kemarin, yang akan berlaku sepanjang bulan suci Ramadan. Kedua kubu sempat mengekspresikan harapan mengenai solusi permanen ke depannya.

"Kedua kubu utama sepakat menghentikan aktivitas serangan sepanjang Ramadan mulai dari 3 April hingga 14 Mei," kata Anas Abdulrahman, pemimpin delegasi Barisan Revolusi Nasional (BRN) untuk dialog damai yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia.
"Kesepakatan ini adalah langkah membangun kepercayaan untuk membuka jalan menuju perjanjian damai konkret," sambungnya, dikutip dari Bangkok Post, Jumat, 1 April 2022.

BRN adalah sebuah gerakan kemerdekaan Melayu Patani yang aktif menyuarakan kemerdekaan Thailand selatan.

Pernyataan Anas disampaikan dua hari usai berlangsungnya dialog tatap muka antara perwakilan Pemerintah Thailand dan separatis di sebuah hotel di wilayah pinggiran Kuala Lumpur. Delegasi Thailand dipimpin Jenderal Wanlop Rugsanaoh, dan putaran dialog kali ini difasilitasi Abdul Rahim Noor, mantan kepala kepolisian federal Malaysia.

Delegasi Thailand dan separatis terakhir kali bertemu pada Januari lalu. Kala itu, kedua kubu mengusulkan pembentukan grup kerja gabungan untuk memaparkan poin-poin penting apa saja yang perlu dibahas.

Dalam sebuah konferensi pers terpisah, Abdul mengatakan bahwa Pemerintah Thailand sepakat untuk tidak melancarkan segala bentuk penggerebekan atau penangkapan di wilayah selatan selama Ramadan.

Baca:  Thailand Selatan Bergejolak, 15 Orang Tewas Ditembak

Selain soal gencatan senjata, kedua kubu juga mendiskusikan sebuah mekanisme agar anggota BRN yang tinggal di Malaysia bisa pulang ke Thailand untuk mengunjungi keluarga tanpa takut ditangkap.

Menurut Abdul, Pemerintah Thailand membolehkan hal tersebut dengan catatan semua anggota BRN yang pulang harus terlebih dahulu melapor ke petugas keamana.

Selama pertemuan, kedua kubu meresmikan perjanjian mereka dengan pertukaran dokumen yang telah ditandatangani. Inti dari dokumen itu berlandaskan tiga prinsip utama, yaitu pengurangan aksi kekerasan, konsultasi publik dan solusi politik.

Tiga orang dari kedua kubu akan bertindak sebagai mediator atas tiga prinsip tersebut. Sejauh ini, belum ada tanggal pasti untuk dialog damai putaran selanjutnya.


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id