Hindari Kecemasan Publik, Malaysia Tidak Gunakan Vaksin AstraZeneca

    Fajar Nugraha - 28 April 2021 15:32 WIB
    Hindari Kecemasan Publik, Malaysia Tidak Gunakan Vaksin AstraZeneca
    Vaksin covid-19 AstraZeneca tidak akan digunakan oleh Malaysia. Foto: AFP



    Kuala Lumpur: Vaksin covid-19 AstraZeneca tidak akan digunakan dalam program vaksinasi covid-19 nasional arus utama Malaysia. Hal itu dipastikan Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Khairy Jamaluddin.

    Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Menteri Kesehatan Adham Baba pada Rabu 28 April, Khairy mengatakan, “meskipun para ahli menemukan bahwa manfaat menggunakan AstraZeneca lebih besar daripada risiko penggumpalan darah, pemerintah juga memperhatikan kecemasan publik dan keraguan atas vaksin khusus ini”.






    Baca: Kanada Laporkan Kematian Pertama Terkait Vaksin AstraZeneca.

    “Dalam hal ini, Dr Adham dan saya telah membahas secara dekat tentang penggunaan vaksin AstraZeneca,” ujar Khairy, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu 28 April 2021.

    “Kami tidak ingin menyia-nyiakan vaksin yang efektif dan aman ini, tetapi pada saat yang sama, kami memahami bahwa dalam periode ini, mungkin sains dan fakta tidak bisa mengatasi ketakutan masyarakat dan berita bohong yang sudah viral,” jelasnya.

    “Setelah berdiskusi, kami menyepakati langkah proaktif yang memungkinkan kami tetap menggunakan vaksin AstraZeneca terlebih dahulu. Sekaligus mengatasi rasa takut dan khawatir masyarakat terhadap vaksin AstraZeneca yang notabene tidak berbasis sains,” tambahnya.

    Khairy mengatakan pusat vaksinasi khusus yang mendistribusikan vaksin AstraZeneca akan dibuka, dan vaksin tersebut tidak akan digunakan di pusat vaksin covid-19 arus utama.

    “Ini akan kami buka untuk publik yang secara sukarela, setelah melihat semua fakta yang ada terkait AstraZeneca, untuk tampil dan mendaftar di Puskesmas khusus untuk pengambilan vaksin,” ujarnya.

    Daripada menyia-nyiakan 268.600 dosis awal vaksin, Khairy mengatakan, vaksin ini akan dialihkan ke Selangor dan wilayah federal Kuala Lumpur. Dia menambahkan bahwa dia telah berbicara dengan menteri utama Selangor untuk menemukan pusat vaksin khusus yang sesuai untuk mendistribusikan vaksin.

    Khairy membandingkan risiko pembekuan darah dari pemberian vaksin AstraZeneca pada empat kasus per juta vaksin, dengan 165.000 pembekuan darah per satu juta kasus covid-19 dan 1.763 kasus per juta perokok.

    Pada Senin, otoritas kesehatan Malaysia mengatakan vaksin AstraZeneca aman untuk digunakan, tiga hari setelah negara itu menerima suntikan pertama yang dibeli melalui fasilitas COVAX global.



    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id