RI Pegang Janji Tiongkok Investigasi Eksploitasi ABK WNI

    Marcheilla Ariesta - 13 Mei 2020 14:22 WIB
    RI Pegang Janji Tiongkok Investigasi Eksploitasi ABK WNI
    Sebanyak 14 ABK WNI dari Tiongkok tiba di Bandara Soekarno Hatta pada 8 Mei 2020. (Foto: ANTARA FOTO/Hasnugara)
    Jakarta: Indonesia memegang komitmen Tiongkok yang berjanji menginvestigasi dugaan eksploitasi anak buah kapal asal RI di sejumlah kapal penangkap ikan berbendera Negeri Tirai Bambu. Dugaan eksploitasi itu terungkap lewat laporan salah satu media Korea Selatan, MBC.

    Pelaksana tugas juru bicara kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengatakan bahwa janji tersebut sudah disampaikan Pemerintah Tiongkok melalui pejabat konsuler Kemenlu mereka. Komitmen diungkapkan langsung kepada Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, pada 11 Mei lalu.

    "Kami mencatat komitmen Pemerintah Tiongkok untuk benar-benar melakukan investigasi atas hal-hal yang kami laporkan, termasuk berinteraksi langsung dengan perusahaan pemilik kapal, Dalian Group," kata Faizasyah dalam konferensi pers virtual, Rabu 13 Mei 2020.

    Ia menambahkan, penyelidikan yang sama juga dilakukan otoritas keamanan di Indonesia. Saat ini, Bareskrim Polri tengah memeriksa dan mendengar kesaksian 14 ABK dari salah satu kapal tersebut yang baru tiba di Indonesia akhir pekan lalu.

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga sudah bertemu langsung 14 ABK WNI tersebut. Bahkan, Menlu Retno sempat mewawancarai para ABK untuk mendalami kasus yang mereka alami.

    Baca: Indonesia Dorong Dewan HAM PBB Lindungi Hak ABK WNI

    Faizasyah menyebutkan, Tiongkok sangat terbuka untuk bekerja sama dalam menyelidiki kasus ini. Ia menambahkan, pihak agen telah memberikan santunan yang merupakan salah satu hak para ABK WNI.

    "Sudah ada santunan, beberapa sudah diberikan santunan. Tapi hak gaji dan asuransi masih terus diupayakan dengan melibatkan beberapa pihak seperti principal, pihak operator kapal (Dalian Fishing Company), agency di China, dan manning agency di Indonesia," kata Faizasyah.

    MBC merupakan media pertama yang melaporkan dugaan eksploitasi ABK WNI di kapal Tiongkok. MBC menerima informasi adanya dugaan eksploitasi dari laporan sejumlah ABK WNI yang bekerja di kapal Long Xing 629.

    Dari kesaksian para WNI di laporan tersebut, mereka mengaku bekerja hingga 30 jam sehari, tidak diberi makanan layak, waktu istirahat yang sedikit, dan upah tak sesuai kontrak.

    Sejak Desember 2019, empat WNI meninggal dunia di kapal tersebut. Tiga jenazah ABK WNI dilarung, sedangkan seorang lainnya meninggal setelah sempat mendapat perawatan di Busan.

    Kamis 8 Mei kemarin, 14 ABK WNI yang bekerja di kapal tersebut telah kembali ke Tanah Air. Satu jenazah ABK WNI juga telah tiba pada Kamis kemarin dan tiba di rumah duka pada Minggu 10 Mei.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id