Pemungutan Suara Perubahan Konstitusi Thailand Ditunda Hingga November 2020

    Marcheilla Ariesta - 25 September 2020 18:54 WIB
    Pemungutan Suara Perubahan Konstitusi Thailand Ditunda Hingga November 2020
    Protes di Thailand meminta perubahan konstitusi. Foto: AFP.
    Bangkok: Parlemen Thailand melakukan pemungutan suara pada Kamis, 24 September untuk menunda pengambilan keputusan untuk mengubah konstitusi atau tidak. Perubahan konstitusi diminta oleh para pengunjuk rasa anti-pemerintah yang telah berdemonstrasi hampir setiap hari selama lebih dari dua bulan.

    Parlemen yang didominasi pendukung pemerintah justru memilih untuk membentuk panitia yang mempelajari proses amandemen konstitusi terlebih dulu.

    "Pemungutan suara untuk menerima mosi perubahan konstitusi secara efektif akan ditunda hingga November mendatang," kata anggota parlemen pro-pemerintah, Chinnaworn Boonyakiat, dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 25 September 2020.

    Keputusan ini membuat marah para anggota parlemen dan pengunjuk rasa oposisi. Lebih dari 1.000 orang diantaranya berkumpul di luar parlemen untuk mendesak tuntutan perubahan konstitusi.

    Dengan perubahan konstitusi, maka Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha juga harus dicopot dari posisinya. Sang perdana menteri dulunya adalah mantan pemimpin militer.

    Para pengunjuk rasa mengatakan konstitusi saat ini dirancang untuk memastikan Prayut mempertahankan kekuasaannya setelah pemilihan tahun lalu. Namun, Prayut mengatakan pemungutan suara yang dilakukan parlemen sudah adil.

    Seorang anggota parlemen dari Move Forward Party, Wiroj Lakkhanaadisorn mengatakan keputusan parlemen untuk menunda pemungutan suara kali ini sama seperti menipu rakyat.

    "Jika prosesnya tertunda sebulan untuk membentuk komite ini, dan jika mosi itu ditolak, berarti anggota parlemen tidak dapat mengajukan mosi seperti itu hingga tahun depan," katanya lewat cuitan di Twitter.

    Tak hanya mahasiswa, para pelajar tingkat sekolah menengah juga melakukan aksi protesnya. Mereka menganggap sistem pendidikan di Thailand sangat kaku.

    Seorang aktivis menyebutkan, jika sistem pendidikan di Negeri Gajah Putih itu bukan untuk memberikan ilmu tapi menyuruh siswa agar patuh.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id