comscore

Utusan PBB Desak ASEAN Dukung Upaya Internasional dalam Krisis Myanmar

Marcheilla Ariesta - 14 Januari 2022 01:02 WIB
Utusan PBB Desak ASEAN Dukung Upaya Internasional dalam Krisis Myanmar
Noeleen Heyzer (kiri) ditunjuk sebagai utusan khusus PBB untuk Myanmar yang baru. AFP
New York: Utusan khusus PBB untuk Myanmar Noeleen Heyzer mendesak negara-negara ASEAN mendukung upaya internasional melibatkan semua pihak dalam krisis di negara tersebut. Hal itu disampaikan dalam pembicaraan virtual dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen.

Kamboja merupakan ketua ASEAN tahun ini. Namun, mereka memiliki pendekatan berbeda dalam masalah Myanmar dari negara lain di kawasan itu.
Hun Sen mengunjungi pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing, pekan lalu. Kelompok hak asasi menilai
langkah tersebut berisiko melegitimasi kudeta militer tahun lalu dan tindakan kerasnya terhadap ribuan aktivis demokrasi dan pendukung pemerintah terguling Aung San Suu Kyi.

Myanmar telah berada dalam kekacauan selama hampir satu tahun. Militer menekan protes dan pertempuran di berbagai front dengan tentara etnis minoritas dan milisi yang baru dibentuk yang disebutnya teroris.

Setidaknya 1.400 warga sipil tewas menurut aktivis yang dikutip PBB.

"Utusan khusus menganjurkan langkah-langkah membangun kepercayaan yang melibatkan semua pemangku kepentingan, selain organisasi etnis bersenjata," kata pernyataan PBB mengenai pertemuan Heyzer dengan Hun Sen.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 16 Januari 2022, konflik tersebut telah menyebabkan perselisihan di dalam ASEAN tentang bagaimana menangani Myanmar. Akhir tahun lalu, ASEAN melarang Min Aung Hlaing menghadiri pertemuan puncak ASEAN.

Ini kali pertama ASEAN mengambil keputusan seperti itu. Keputusan itu diambil setelah utusan khusus sebelumnya, Erywan Yusof, dari Brunei ditolak junta.

Namun, utusan khusus dari Kamboja untuk Myanmar, Prak Sokhonn, mengatakan pendekatan itu tidak produktif.

Heyzer mendesak Prak Sakhonn bekerja dengannya dan komunitas internasional dalam strategi terkoordinasi untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk dialog inklusif.

"Dia menekankan solusi yang diperlukan untuk berasal dari terlibat langsung dengan dan mendengarkan dengan seksama semua yang terkena dampak," kata dia.

Baca: PM Kamboja Mulai Kunjungan ke Myanmar, Buka Dialog dengan Junta
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id