comscore

Mantan Menteri Malaysia Dikecam usai Sarankan 'Wisata Banjir'

Willy Haryono - 18 Juni 2022 19:30 WIB
Mantan Menteri Malaysia Dikecam usai Sarankan Wisata Banjir
Tujuh wilayah di Malaysia dilanda banjir pada 2 Januari 2022. (AFP / Nazrulhad Hashim)
Kuala Lumpur: Mantan menteri pariwisata dan kebudayaan Malaysia Datuk Seri Nazri Aziz mendapat kecaman luas di media sosial usai mengatakan bahwa banjir yang terjadi pada setiap tahunnya di seantero negeri dapat dijadikan semacam "atraksi wisata."

Menurut Nazri, Malaysia sebaiknya mencari kesempatan di tengah musibah dengan mendorong bentuk pariwisata baru, yaitu "voluntourism" atau "wisata relawan."
"Mungkin kita bisa menerapkan pariwisata relawan, di mana turis datang ke negara ini untuk membantu menangani banjir. Mereka datang ke sini bukan sekadar bersenang-senang, tapi juga belajar," ucapnya, dalam keterangan yang dikutip media Sinar Daily.

Politikus dari Padang Rengas itu mengatakan bahwa bentuk pariwisata ini dapat membawa keuntungan bagi perekonomian negara dengan cara menawarkan program relawan selama terjadinya bencana alam.

"Saat mata uang kita merosot, sudah saatnya bagi kita untuk mendorong sektor pariwisata yang relatif murah bagi para turis," sebut Nazri, dikutip dari The Straits Times, Sabtu, 18 Juni 2022.

Menyinggung mengenai banjir tahunan di Kuala Krai, Kelantan, ia mengatakan bahwa bencana alam tersebut dianggap semacam festival oleh masyarakat setempat. Festival semacam itu disebut Nazri memiliki nilai wisata yang dapat mengundang ketertarikan wisatawan.

Usulan Nazri mendapat respons kurang baik di internet. Banyak warganet Malaysia mengatakan bahwa banjir bukan sesuatu yang menarik, melainkan sesuatu yang dapat membahayakan jiwa.

Sejumlah warganet di Twitter menegaskan bahwa alih-alih menjadikan banjir sebagai lokasi wisata, Pemerintah Malaysia harus bekerja keras dalam bidang mitigasi bencana alam.

Desember tahun lalu, sekitar 18.860 orang telah dievakuasi dari rumah mereka ke pusat penampungan di tengah banjir yang melanda distrik Klang. Banjir kala itu terjadi akibat tingginya intensitas hujan.

Dalam sebuah musibah banjir di Kelantan pada 2014, hampir 200 ribu orang dievakuasi dari rumah mereka, dengan hampir 25 ribu di antaranya berasal dari Kuala Krai.

Baca:  50 Orang Meninggal Akibat Banjir di Malaysia

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id