Tolak Dipecat, Mahathir ‘Duduki’ Kantor Partai Bersatu

    Fajar Nugraha - 29 Mei 2020 15:39 WIB
    Tolak Dipecat, Mahathir ‘Duduki’ Kantor Partai Bersatu
    Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad duduki kantor partai Bersatu. Foto: Facebook Mahathir Mohamad.
    Petaling Jaya: Tak mau menyerah dari rekan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Mahathir Mohamad ‘menduduki’ markas besar partai yang dia bentuk itu. Sebelumnya pada Kamis 28 Mei 2020, Partai Bersatu memberhentikan Mahathir bersama empat tokoh lainnya.

    Baca: Dipecat Partai Bersatu, Mahathir Mohamad Lakukan Perlawanan.

    Tokoh berusia 95 tahun itu hadir di kantor pusat Partai Bersatu United di Petaling Jaya. Dia menunggu di sebuah ruangan, sekitar satu jam sebelum konferensi pers yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Partai Bersatu Hamzah Zainuddin yang mendukung Muhyiddin Yassin.

    "Saya sekarang berada di kantor pusat Partai Bersatu, dan katanya saya dipecat. Saya menunggu di kantor," katanya dalam sebuah posting Facebook, seperti dikutip Malaysia Kini, Jumat, 29 Mei 2020.

    Sebuah video menunjukkan Mahathir memasuki kantor Ketua Partai Bersatu dan duduk di mejanya. Mahathir memang saat ini menjabat sebagai Ketua Partai Bersatu.

    Kemarin, Mahathir dan empat lainnya diberitahu oleh pendukung Muhyiddin bahwa keanggotaan mereka di Partai Bersatu telah diberhentikan. Keputusan dilakukan setelah mereka duduk di bangku oposisi saat sidang Parlemen Malaysia. Mereka berlima, termasuk putra Mahathir, Mukhriz membantah tuduhan itu.

    Konferensi pers Hamzah yang dijadwalkan pada pukul 16:00 diyakini membahas masalah ini. Sementara itu, spekulasi juga meningkat bahwa seorang menteri dari Partai Bersatu akan mengundurkan diri sore ini.

    Dalam pernyataan bersama yang ditandatangani oleh Dr Mahathir, Wakil Presiden Datuk Seri Mukhriz Mahathir, Ketua Pemuda Partai Bersatu Syed Saddiq Syed Rahman dan anggota dewan tertinggi Dr Maszlee Malik dan Amiruddin Hamzah mengatakan bahwa kelimanya dianggap telah melanggar ketentuan dari konstitusi partai.
     
    Namun, mereka mengatakan berdasarkan ketentuan di bawah konstitusi Bersatu, itu ‘tidak masuk akal’.

    Mereka lebih lanjut mengklaim bahwa tindakan Presiden Partai Bersatu Tan Sri Muhyiddin Yassin untuk secara sepihak menghapusnya tanpa alasan adalah karena dia merasa terancam dalam menghadapi pemilihan partai. Bagi Mahathir dan kawan-kawan keputusan ini diambil juga karena posisi Muhyiddin sebagai Perdana Menteri Malaysia juga tidak aman.
     
    Adapun surat-surat pemberhentian yang dikeluarkan untuk masing-masing tokoh itu, ditandatangani oleh sekretaris yang bekerja, Muhammad Suhaimi Yahya. Mereka menyebutkan bahwa Suhaimi Yahya tidak diberikan wewenang keputusan itu di bawah konstitusi partai.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id