Malaysia: ASEAN Harus Unjuk Kepemimpinan di Laut China Selatan

    Marcheilla Ariesta - 12 September 2020 16:07 WIB
    Malaysia: ASEAN Harus Unjuk Kepemimpinan di Laut China Selatan
    Menteri Luar Negeri Malaysia, Hishammuddin Husein. Foto: AFP.
    Putrajaya: Negara-negara di Asia Tenggara dinilai terjebak dalam konflik di Laut China Selatan. Karenanya, Malaysia menegaskan agar ASEAN harus menjadi pemimpin di kawasan untuk memastikan tidak adanya konflik yang berdampak pada negara anggota.

    "Tantangan di sini adalah kepemimpinan. Asia Tenggara harus tetap menjadi penguasa takdirnya sendiri dengan maksud dan tujuan memastikan perdamaian dan stabilitas di kawasan kita," ujar Menteri Luar Negeri Malaysia, Hishammuddin Tun Hussein.

    Dalam rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) yang digelar secara virtual, Hishammuddin mengatakan sengketa wilayah dan maritim harus diselesaikan oleh pihak terkait di Laut China Selatan secara damai. 

    "Dan sesuai dengan prinsip-prinsip yang diakui secara universal, hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982," imbuhnya.

    Dia menambahkan, menanti dimulainya kembali negosiasi mengenai Code of Conduct (CoC) Laut China Selatan yang terhenti karena pandemi.

    "Semua pihak harus memastikan kebebasan navigasi di dalam dan di atas Laut China Selatan,' serunya.

    Dia menegaskan tindakan provokatif harus dihindari. Terlebih saat ini semua negara tengah berfokus memerangi pandemi virus korona (covid-19).

    Ketegangan di Laut China Selatan yang berada di kawasan Asia Tenggara, memanas usai Tiongkok dan Amerika Serikat sama-sama mengirimkan kapal perang mereka. Beijing mengklaim jika sebagian besar wilayah perairan kaya sumber daya alam itu milik mereka.

    Namun, hal tersebut diklaim secara tradisional melalui sembilan garis putus. Padahal, garis-garis klaim Negeri Tirai Bambu tersebut tidak diakui oleh hukum internasional.

    Mereka kemudian mendirikan pangkalan militer di pulau buatan perairan tersebut yang masih tumpang tindih dengan wilayah beberapa negara anggota ASEAN.

    Mengetahui hal ini, AS tidak tinggal diam. Mereka mengirimkan kapal militernya ke perairan zona bebas navigasi tersebut.

    Tentunya negara-negara Asia Tenggara seperti 'terjebak' dalam pusaran konflik kedua negara adikuasa tersebut. Karenanya, ASEAN terus menegaskan agar semua pihak saling menahan diri dan berdialog untuk terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id