WNI di Singapura Dianiaya Majikan dengan Penumbuk Daging

    Marcheilla Ariesta - 18 Maret 2020 15:28 WIB
    WNI di Singapura Dianiaya Majikan dengan Penumbuk Daging
    Ilustrasi aksi kekerasan. (Foto: Medcom.id)
    Singapura: Seorang pekerja rumah tangga asal Indonesia di Singapura kembali mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari majikannya. Ia disuruh memukul wajahnya sendiri dengan menggunakan penumbuk daging sebanyak 50 kali.

    Tidak hanya itu, pelaku juga meminta agar korban memukul bagian mulut hingga giginya rontok.

    Dilansir dari Channel News Asia, Rabu 18 Maret 2020, pelaku bernama Mun Sau Yeng mengakui satu dakwaan, yakni menyebabkan cedera dengan cara berbahaya. Ia juga dijatuhi beberapa dakwaan lain terkait pasal penganiayaan.

    Korban diidentifikasi sebagai Yuni Dwi Lestari, yang mulai bekerja untuk Mun pada April 2018. Dalam nota pembelaan, Mun dilaporkan menderita gangguan mental dan depresi. Ia juga dilaporkan terobsesi pada kebersihan secara berlebihan.

    "Dia (Mun) merasa korban tidak mampu menandingi standar kebersihannya sendiri," kata pengacara, Kalidass Murugaiyan.

    Penganiayaan dimulai dua bulan setelah Yuni bekerja. Mun menggunakan penyedot debu untuk memukul korban hingga memar. Pada Juli 2018, Mun sempat memukul kepala korban.

    Semakin lama, Mun semakin menggila. Pada 3 Februari 2019, Mun meminta Yuni membersihkan jendela dapur dari bekas sidik jari. Namun pada keesokan harinya, pelaku marah karena korban dianggap tidak membersihkannya dengan benar.

    "Saya ingin gigimu rontok satu," kata Mun kepada korbannya. Yuni memohon ampun, namun tidak diindahkan Mun.

    Mun kemudian meminta Yuni untuk memukul mulutnya sendiri. Namun karena gigi korban tak kunjung rontok, Mun menginstruksikan Yuni untuk mengambil penumbuk daging dari laci dapur. 

    Hingga 50 kali korban memukul mulutnya sendiri dengan penumbuk daging, namun giginya tak kunjung copot. Melihat itu, Mun mengambil penumbuk daging dan memukulkannya ke mulut korban.

    Satu gigi korban tersebut patah. Setelah puas, Mun meninggalkannya begitu saja tanpa membawanya ke dokter.

    Setelah kekerasan yang terus dialaminya, korban meminta bantuan pada Pusat Pegawai Rumah Tangga. Seorang perempuan dari badan tersebut memanggil polisi.

    Jaksa penuntut meminta setidaknya MUn dihukum 15 bulan penjara karena telah secara kejam dan sadis menyiksa korban.

    "Korban terus menanggung bekas luka gigi yang patah hingga hari ini. Ia akan terus mengingat penyiksaan yang dideritanya," kata jaksa penuntut.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id