comscore

BDF Memiliki Tempat Tersendiri di Kawasan Asia-Pasifik

Fajar Nugraha - 01 Desember 2021 13:58 WIB
BDF Memiliki Tempat Tersendiri di Kawasan Asia-Pasifik
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Pubik Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah. Foto: Dok.Kemenlu RI
Jakarta: Bali Democracy Forum ke-14 akan berlangsung pada 9 Desember 2021. Namun di waktu bersamaan Amerika Serikat (AS) juga mengadakan forum yang juga membahas mengenai demokrasi.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Teuku Faizasyah menegaskan tidak ada masalah dengan keberadaan forum serupa dengan BDF.
Baca: Demokrasi untuk Kemanusiaan, Fokus Bali Democracy Forum Tahun Ini.

“Semakin banyak forum yang membahas mengenai demokrasi, tentu semakin baik. Namun di tengah berbagai forum itu sendiri, BDF telah memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat di kawasan Asia-Pasifik dan tidak bisa serta merta digantikan forum-forum yang muncul saat ini, yang katakanlah pada awalnya forum-forum ini bersifat high profile dengan dihadiri kepala negara atau kepala pemerintahan,” ujarnya dalam keterangan virtual, Rabu 1 Desember 2021.

“Bagaimana kita menilai BDF di tengah hiruk pikuk dengan institusi untuk membahas demokrasi. Perkembangan dari waktu ke waktu, BDF di masa awal memang menghadirkan beberapa kepala negara dan pemerintahan. Namun secara harafiah, pembentukan BDF itu sebagai forum intergovernmental yang dilihat tingkat kehadiran di level menteri luar negeri,” imbuhnya.

Namun pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memiliki ketertarikan pada isu-isu yang dibahas pada BDF, sehingga secara khusus dia mengundang beberapa kepala negara. Menurut Faizasyah itu bukan satu indikator bagaimana penerimaan terhadap BDF.

“Kalau sekarang kita menerima peserta dari kedubes asing, itu lebih dalam konteks pandemi memang. Beberapa Menlu sudah memberikan konfirmasinya untuk berpartisipasi,” jelasnya.

Satu hal yang ditekankan oleh mantan Duta Besar RI untuk Kanada itu adalah tidak ada pretensi dari forum ini untuk mengarahkan suatu negara mengikuti model demokrasi tertentu. “Justru forum ini ditujukkan untuk saling berbagi pengalaman terbaik menerapkan prinsip-prinsip demokrasi di satu negara, terlepas dari model demokrasi yang mereka anut,” tegas Faizasyah.

“Berbicara mengenai apakah BDF berpengaruh untuk para negara peserta, semua berpulang pada negara-negara peserta itu. Kalau kita cermati, dari setiap tahun penyelenggaraan, justru minat pada peserta untuk ikut terus meningkat dan mencatat kepedulian yang sangat tinggi,” ungkapnya.

“Bisa kita yakini bahwa BDF ini adalah forum intergovernmental atau forum antar pemerintah yang khusus didedikasikan untuk membahas isu-isu demokrasi dan tidak bersifat pilih kasih. Semua negara memiliki haknya atau kesempatannya untuk mengikuti forum BDF ini. Karena keunikan sifatnya yang inklusif ini lah kita melihat bahwa BDF memiliki tempatnya tersendiri di berbagai forum global yang ada,” imbuh Faizasyah.

Indonesia tidak mau mengeklaim bahwa BDF telah berhasil, tetapi fakta menunjukkan berbagai ketertarikan negara-negara terhadap forum ini menunjukkan BDF sudah menjadi salah satu forum yang dinanti-nantikan oleh negara-negara di kawasan.

Mengangkat tema “Democracy for Humanity: Advancing Economic and Social Justice during the Pandemic”, BDF ke-14 ini diharapkan dapat tetap mengangkat citra positif Indonesia di dalam pembangunan demokrasi dan ekonomi.

Memasuki tahun kedua pandemi ini, BDF diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Selain itu, dapat memajukan kualitas penerapan hak asasi manusia dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah berbagai tantangan yang muncul. Diharapkan juga secara nyata ikut mewujudkan keadilan sosial dan ekonomi di masa pemulihan dan pembangunan kembali dunia yang terdampak pandemi.

Penyelenggaraan BDF ini juga menjadi langkah konkret dan momentum upaya pemulihan perekonomian dan pembukaan kembali pariwisata Indonesia.

Forum ini juga diharapkan mampu menghasilkan hasil konkret seperti policy recommendation yang mampu menjawab tantangan atau pertanyaan, serta bermanfaat bagi peserta dalam memastikan demokrasi tetap efektif untuk mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Rekomendasi ini nantinya diharapkan mampu menjadi acuan bagi negara lain, berbagai organisasi dan penggiat demokrasi di berbagai belahan dunia.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id