comscore

Kamboja Khawatir Perang Sipil Dapat Sewaktu-waktu Meletus di Myanmar

Willy Haryono - 05 Januari 2022 13:09 WIB
Kamboja Khawatir Perang Sipil Dapat Sewaktu-waktu Meletus di Myanmar
Demonstran anti-kudeta berunjuk rasa di Yangon, Myanmar, 5 Januari 2022. (STR / AFP)
Singapura: Kamboja khawatir perang sipil dapat meletus sewaktu-waktu di Myanmar. Pernyataan disampaikan Menteri Luar Negeri Kaboja Prak Sokhonn menjelang kunjungan Perdana Menteri Hun Sen ke Myanmar, negara yang dilanda krisis politik sejak terjadinya kudeta pada Februari 2021.

Menurut laporan sebuah grup pemantau lokal, lebih dari 1.400 orang tewas dalam bentrokan antara pasukan keamanan Myanmar dan demonstran anti-kudeta sejak tahun lalu.
PM Hun Sen, yang negatanya memegang presidensi ASEAN tahun ini, dijadwalkan mengunjungi Myanmar pada Jumat dan Sabtu mendatang. Tujuan utama kunjungan adalah mencoba membantu menyelesaikan krisis di negara tersebut.

Namun menurut Menlu Sokhonn, situasi di Myanmar saat ini kurang baik dan cenderung mengkhawatirkan.

"Krisis politik dan keamanan di Myanmar semakin dalam, yang juga melas ke masalah di bidang ekonomi, kesehatan dan kemanusiaan," ucapnya, dilansir dari The Straits Times, Rabu, 5 Januari 2022.

"Ada dua pemerintahan di sana, ada juga beberapa pasuka bersenjata. Masyarakat di sana terus melakukan aksi pembangkangan sipil, dan gerakan gerilyawa juga terjadi di seantero negeri," sambungnya.

Pernyataan Sokhonn disampaikan dalam sebuah acara di ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura.

Mengenai rencana kunjungan PM Hun Sen, Sokhoon membantah anggapan adanya upaya Kamboja untuk melegitimasi junta Myanmar. Ia menegaskan fokus dari kunjungan PM Hun Sen adalah "meningkatkan situasi di Myanmar."

"Upaya-upaya akan tetap difokuskan pada peta perdamaian dan Lima Poin Konsensus yang sudah disepakati para petinggi ASEAN tahun lalu," tutur Sokhonn.

"Kunjungan beliau akan membuka jalan menuju kemajuan, dengan menciptakan lingkungan kondusif untuk dialog inklusif dan kepercayaan politik di antar semua kubu terkait," sambungnya.

Baca:  PM Kamboja: Junta Myanmar Berhak Hadiri Semua Pertemuan ASEAN

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id