Tak Jadi Bebas Hari Ini, Penahanan Suu Kyi Diperpanjang

    Willy Haryono - 15 Februari 2021 13:05 WIB
    Tak Jadi Bebas Hari Ini, Penahanan Suu Kyi Diperpanjang
    Demonstran membawa poster bergambar wajah Aung San Suu Kyi dalam unjuk rasa di Naypyidaw, Myanmar pada Senin, 15 Februari 2021. (STR/AFP)



    Naypyidaw: Penahanan terhadap pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi diperpanjang hingga setidaknya Rabu mendatang, 17 Februari. Kabar dikonfirmasi pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw.

    Suu Kyi, yang ditahan atas tuduhan pelanggaran impor walkie-talkie, awalnya dijadwalkan bebas pada Senin ini, 15 Februari 2021.






    "Kami datang ke sini untuk menyerahkan surat kuasa dan mendiskusikannya dengan hakim distrik," kata Khin.

    "Menurutnya, penahanan (Suu Kyi) berlangsung hingga 17, bukan hari ini," sambung dia, dikutip dari laman CGTN.

    Baca:  Dewan HAM PBB Serukan Pembebasan Aung San Suu Kyi

    Militer Myanmar atau Tatmadaw menahan Suu Kyi beserta sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk Presiden U Win Myint, di awal kudeta pada 1 Februari lalu. Tatmadaw mengaku mengambil alih kekuasaan karena pemerintah tak kunjung menyelidiki dugaan kecurangan dalam pemilu 2020.

    Kedua pemimpin kemudian didakwa di sebuah pengadilan -- Suu Kyi atas kasus walkie-talkie dan Win Myint mengenai dugaan pelanggaran Undang-Undang Manajemen Bencana Alam.

    Usai mengeluarkan dakwaan, pengadilan memerintahkan agar Suu Kyi dan Win Myint ditahan hingga 15 Februari. Khin Maung Zaw sebelumnya menyebutkan bahwa dirinya tidak dapat bertemu mereka berdua.

    Sementara itu, puluhan ribuan warga Myanmar terus berunjuk rasa di sejumlah kota selama 10 hari berturut-turut. Mereka menentang kudeta militer dan mendesak agar Suu Kyi dan pejabat lainnya dibebaskan.

    Senin ini, kendaraan militer terlihat melintas di berbagai ruas jalan di kota-kota besar, termasuk Yangon. Terdapat laporan adanya suara tembakan senjata api di beberapa lokasi protes.

    Di kota Myitkyina di negara bagian Kachin, empat orang terluka dan lima reporter ditahan usai polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan demonstran.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id