Presiden Singapura Bersama Warga Berikan Suara dalam Pemilu

    Fajar Nugraha - 10 Juli 2020 09:07 WIB
    Presiden Singapura Bersama Warga Berikan Suara dalam Pemilu
    Presiden Singapura Halimah Yacob bersama keluarga berika suara di pemilu. Foto: Mediacorp
    Singapura: Setelah sembilan hari berkampanye di tengah tantangan covid-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya, warga Singapura datang ke kotak suara saat pemungutan suara Pemilu 2020. Presiden Halimah Yacob tampak memberikan suaranya.

    Tempat pemungutan suara (TPS) dibuka pada pukul 8.00 pagi waktu setempat. 1.100 TPS di seluruh negeri telah dipersiapkan.

    Ini adalah musim pemilihan yang tidak seperti yang lain, karena para kandidat dan pemilih sama-sama berusaha untuk menavigasi langkah-langkah keselamatan dan ketentuan yang dibawa oleh pandemi virus korona. Sejumlah langkah telah dilakukan untuk hari pemungutan suara itu sendiri untuk membantu menjaga orang tetap aman.

    Channel News Asia melaporkan, pengaturan khusus tersedia untuk pemilih di kursi roda, yang memiliki pilihan untuk menggunakan tempat pemungutan suara portabel ini di pangkuan mereka.

    “Presiden Singapura Halimah Yacob terlihat tiba di Chung Cheng High School untuk memberikan suaranya,” lapor Channel News Asia, Jumat 10 Juli 2020.

    Lebih banyak pemilih telah tiba di SMA Chung Cheng. Alan Lin, seorang pensiunan pilot SIA berusia 63 tahun, datang bersama tetangganya selama 20 tahun.

    “Proses pemilihan sangat bagus dan sangat lancar bahkan untuk tetangga saya yang berusia 86 tahun,” ujar Lin.

    “Dia ‘berjuang’ untuk sampai ke sini tetapi diberikan kursi roda oleh pusat pemungutan suara,” tambahnya.

    PAP tegaskan kekuasaan


    Partai yang berkuasa saat ini People’s Action Party (PAP) berupaya untuk mengukuhkan kekuasaannya yang sudah berjalan selama 15 periode sejak memimpin Singapura pada 1959.

    Sebanyak 11 partai ikut serta dalam pemilu kali ini. Jumlah itu merupakan yang terbesar dalam sejarah pemilihan umum di Negeri Singa.

    Persaingannya namun cukup berat, dengan 93 kursi parlemen yang diperebutkan oleh para kandidat. Pada pemilu 2015, PAP meraih 82 kursi di parlemen diikuti oleh Partai Buruh yang meraih enam kursi ditambah tiga anggota parlemen non konstituen.

    Namun dalam pemilu tahun ini menarik melihat kiprah partai baru seperti Progress Singapore Party (PSP). Partai pimpinan Tan Cheng Bock itu diperkuat oleh adik Perdana Menteri Singapore Lee Hsien Long yakni Lee Hsien Yang.

    Baik Lee Hsien Long dan Lee Hsien Yang diketahui tidak berhubungan baik sejak kematian ayahnya yang juga pendiri Singapura, Lee Kuan Yew 2015 lalu. Menarik melihat sosok kedua Lee itu apakah bisa membuat perubahan dalam pemilu kali ini.


    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id