comscore

Wapres AS Janji Negaranya Akan Terus Berkiprah di Asia Tenggara

Marcheilla Ariesta - 14 Mei 2022 09:27 WIB
Wapres AS Janji Negaranya Akan Terus Berkiprah di Asia Tenggara
Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris dalam KTT ASEAN-AS di Washington./AFP
Washington: Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris mengatakan, negaranya berkomitmen pada Asia Tenggara untuk jangka panjang. Ia menyampaikannya dalam pertemuan dengan para kepala negara ASEAN dalam KTT ASEAN-AS yang digelar di Washington, 12-13 Mei 2022.

"Pemerintahan kami mengakui kepentingan strategis yang vital dari kawasan Anda, peran yang hanya akan tumbuh seiring berjalannya waktu," kata Harris, dilansir dari Channel News Asia, Sabtu, 14 Mei 2022.
"Sebagai bangsa Indo-Pasifik, Amerika Serikat akan hadir dan terus berkiprah di Asia Tenggara untuk generasi yang akan datang," serunya.

Presiden Joe Biden akan berpidato di depan para pemimpin pada Jumat malam. Pemerintahan Biden berharap untuk menunjukkan minat yang berkelanjutan di Asia Tenggara, setelah berbulan-bulan fokus untuk memukul mundur invasi Rusia ke Ukraina.

Saat menjabat, Biden mengatakan, prioritas kebijakan luar negeri utamanya adalah persaingan global dengan Tiongkok. Negeri Tirai Bambu telah melampaui AS sebagai mitra dagang utama di Asia Tenggara dan semakin tegas dalam sengketa teritorial di kawasan.

Baca juga: Di Hadapan AS, Jokowi Pamer Kemampuan ASEAN Jaga Stabilitas Kawasan

Selama KTT ASEAN-AS, pemerintahan Biden menjanjikan USD150 juta (setara Rp2,2 triliun), termasuk dukungan untuk keamanan maritim, untuk membantu memerangi penangkapan ikan ilegal dan kejahatan lainnya.

Biden diperkirakan akan mengumumkan paket yang lebih luas, Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik, ketika ia melakukan perjalanan minggu depan ke Jepang dan Korea Selatan.

Pemerintahan Biden telah membuat beberapa kemajuan di Asia Tenggara dalam menentang invasi Rusia, dengan 10 negara ASEAN mendukung atau abstain dalam pemungutan suara kecaman Majelis Umum PBB.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken, mengatakan negara terbesar di ASEAN itu percaya untuk menghormati integritas wilayah dan kedaulatan suatu negara terhadap negara lain.

"Harapan kami adalah melihat perang di Ukraina berhenti secepat mungkin, dan kami memberikan resolusi damai sebuah kesempatan untuk berhasil," katanya.

"Karena kita tahu bahwa jika perang berlanjut, kita semua akan menderita," sambung Retno.

Indonesia adalah tuan rumah KTT G20 pada November mendatang. RI telah mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk hadir dalam KTT tersebut.

AS menolak kehadiran Putin, namun, Presiden Joko Widodo diklaim telah mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id