comscore

Kunjungan Blinken Dinilai Untuk Lihat Posisi Indonesia di Tengah Krisis Dunia

Marcheilla Ariesta - 13 Desember 2021 18:16 WIB
Kunjungan Blinken Dinilai Untuk Lihat Posisi Indonesia di Tengah Krisis Dunia
Menlu AS Antony Blinken. (AFP)
Jakarta: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengunjungi Indonesia untuk pertama kalinya sejak menjabat awal tahun ini. Kedatangan Blinken disebut untuk menegaskan posisi Indonesia di kawasan Indo-Pasifik dan internasional.

Pengamat internasional Universitas Padjajaran Teuku Rezasyah mengatakan, AS sebenarnya menghargai non-alliance yang dianut Indonesia.
Non-alliance ini merujuk pada sikap yang tidak ingin bergabung dengan aliansi apa pun.

"Tapi mereka tidak jelas, sebenarnya non-alliance ini ragu-ragu atau akan membuat keputusan yang bisa mengakibatkan kepanikan semua pihak. Nah, ini yang ingin dilihat AS dengan kunjungan ke Indonesia," kata Rezasyah kepada Medcom.id, Senin, 13 Desember 2021.

Ia menambahkan, kunjungan ini sebenarnya bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menyuarakan posisi tegas RI. Menurut Rezasyah, AS memiliki kepentingan dalam krisis di Laut China Selatan.

Rezasyah menuturkan, AS memiliki kemitraan dengan beberapa negara di kawasan Asia Tenggara dan kawasan Asia Pasifik. Di antaranya seperti AUKUS (Kemitraan AS dengan Australia dan Inggris), kemudian kemitraan AS-Filipina, AS-Vietnam, AS-Malaysia, dan lain sebagainya.

"Sekarang tinggal di Indonesia-nya. Jadi, AS itu ingin tahu Indonesia verbatim-nya ke mana. Dan jika situasi terburuk terjadi, mereka tahu Indonesia berada di mana," tutur Rezasyah.

"Kalau pun Indonesia tetap tidak menentukan sikap, setidaknya AS tahu langkah apa yang akan dilakukan Indonesia," lanjut dia.

Menurut Rezasyah, langkah yang diambil RI sangat penting untuk AS. Karenanya, dari perkiraan Rezasyah, hal-hal strategis seperti ini yang akan dibahas Blinken dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan Menlu Retno Marsudi.

Baca:  Kedatangan Blinken Tegaskan Kembali Kemitraan Strategis dengan Indonesia

"Aliansi Indonesia ini kelihatannya lemah, tapi sebenarnya kuat dan ini yang dikhawatirkan oleh pihak-pihak yang sedang bersaing, kira-kira apa yang dilakukan Indonesia di tengah kekalutan di kawasan. Dan apakah langkah Indonesia itu menjadi lucky blow untuk mereka," serunya.

Rezasyah menilai, Indonesia tidak perlu menyatakan keberpihakannya dalam kunjungan Blinken. Tapi, Negeri Paman Sam hanya ingin melihat langkah baik yang akan dilakukan menurut pandangan mereka, sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi AS ke depannya.

"Indonesia diharapkan menjadi negara konsisten tanpa aliansi, dan juga kredibel. Sehingga Indonesia dapat melindungi diri sendiri. Ini jawaban yang dicari AS dari Indonesia," pungkasnya.


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id