Indonesia Serukan Transformasi Besar untuk Bangkit dari Pandemi

    Willy Haryono - 23 November 2020 05:00 WIB
    Indonesia Serukan Transformasi Besar untuk Bangkit dari Pandemi
    Menlu Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual mengenai KTT G20 di hari kedua dari Istana Bogor, Jabar pada Minggu malam, 22 November 2020. (Sekretariat Presiden)
    Bogor: Pandemi virus korona (covid-19) masih menjadi bahasan utama di hari kedua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar secara virtual pada Minggu, 22 November 2020. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pandemi covid-19 telah memberikan pelajaran berharga bagi semua negara untuk melakukan introspeksi.

    Presiden Jokowi mengatakan bahwa bukan hanya untuk pulih dari krisis kesehatan dan ekonomi, namun juga untuk bangkit dan tumbuh lebih kokoh.

    Pemulihan dan bangkit dari pandemi tersebut hanya bisa diwujudkan dengan visi, aksi, dan perubahan yang besar. "Hal ini bisa diwujudkan jika terdapat visi besar, aksi besar, dan perubahan yang besar. Visi besar, aksi besar, and transformasi besar," ujar Menlu Retno, mengutip pernyataan Presiden Jokowi, dalam konferensi pers virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat.

    Sama seperti negara lainnya, Indonesia juga ingin melakukan transformasi besar menuju ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berketahanan.

    "Sudah menjadi komitmen Indonesia untuk menuju ekonomi lebih hijau dan berkelanjutan. Geliat pemulihan ekonomi tidak lagi mengabaikan perlindungan terhadap lingkungan," sebut Menlu Retno.

    Baca:  Dunia Menanti G20 Atasi Pandemi Covid-19

    Mengutip World Economic Forum (WEF), Presiden Jokowi mengatakan bahwa potensi ekonomi hijau sangat besar, dengan peluang bisnis mencapai nilai sebesar USD10,1 triliun (setara Rp143 kuadriliun) dan dapat menciptakan 395 juta lapangan pekerjaan baru hingga tahun 2030.

    "Indonesia telah melakukan berbagai terobosan, antara lain dengan memanfaatkan biodiesel B30, akan melakukan uji coba green diesel D100 dari bahan kelapa sawit yang akan menyerap 1 juta ton sawit produksi petani, dan juga melakukan pemasangan ratusan ribu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTs) Atap di sektor rumah tangga," kutip Menlu Retno.

    Kepada peserta KTT G20, Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja) yang baru saja disahkan juga memberikan kepastian terkait persyaratan izin lingkungan, analisis dampak lingkungan, dan pembentukan dana rehabilitasi lingkungan.

    "Undang-Undang Omnibus Law ini juga memberikan perlindungan bagi hutan tropis sebagai benteng pertahanan terhadap perubahan iklim," kutip Menlu Retno.

    Di bagian akhir pernyataannya, Presiden Jokowi menyampaikan pemulihan bersama secara lebih kuat memerlukan visi, aksi, dan transformasi yang besar.

    "Pulih bersama dan lebih kuat memerlukan visi, aksi, dan transformasi yang besar. Inilah yang harus dilakukan oleh negara G20 untuk membangun ekonomi dunia yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berketahanan. An inclusive, sustainable, and resilient future," pungkas Menlu Retno, menyampaikan kembali semangat Presiden Jokowi.

    Dalam pertemuan KTT G20 hari kedua ini dibahas upaya penciptaan masa depan yang lebih baik, termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan, kesenjangan, anti korupsi, pemberdayaan perempuan dan pemuda, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi digital.

    Selain itu, dibahas juga mengenai pengendalian perubahan iklim dan kerja sama internasional mengenai lingkungan, terumbu karang, degradasi lahan, ketahanan pangan, dan air.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id