Angka Covid-19 Melonjak, Kamboja Berlakukan Lockdown di Ibu Kota

    Fajar Nugraha - 15 April 2021 16:01 WIB
    Angka Covid-19 Melonjak, Kamboja Berlakukan Lockdown di Ibu Kota
    Warga dilarang masuk dan keluar Phnom Penh karena lockdown akibat kasus covid-19 meningkat. Foto: AFP



    Phnom Penh: Kamboja melakukan penguncian atau lockdown di Ibu Kota, Phnom Penh dan distrik satelit lainnya. Lockdown pada Kamis dalam upaya untuk menahan lonjakan kasus virus korona di negara yang hingga saat ini  berhasil menahan infeksi.

    Di bawah penguncian, yang diumumkan Perdana Menteri Hun Sen pada Rabu malam, kebanyakan orang dilarang meninggalkan rumah kecuali untuk pergi bekerja, membeli makanan atau untuk perawatan medis.

     



    Berdasarkan tayangan televisi di media lokal menunjukkan, pos pemeriksaan petugas polisi pada Kamis di Phnom Penh meminta pengendara untuk menunjukkan dokumen kerja dan kartu identitas agar bisa lewat.

    Dalam pesan suara yang diposting di halaman Facebook resminya, Hun Sen memperingatkan Kamboja berada di ambang "lembah kematian" dan mendesak orang untuk bekerja sama untuk menghindari bencana.

    "Tujuan dari lockdown adalah untuk memerangi penyebaran covid-19 dan penutupan ini bukan untuk membuat orang mati atau menderita," ujar Hun Sen, seperti dikutip AFP, Kamis 15 April 2021.

    "Tolong rakyatku, bergabunglah dengan upaya untuk mengakhiri peristiwa berbahaya ini," imbuhnya.

    "Kita sudah di ambang kematian. Jika kita tidak bergandengan tangan, kita akan menuju kematian yang nyata,” tegasnya.

    Angka terbaru kasus covid-19 di Kamboja yang diumumkan melebihi 4.800, tetapi Hun Sen mengatakan Rabu bahwa 300 kasus tambahan telah terdeteksi.

    Penduduk Phnom Penh dan Ta Khmau sekarang dilarang meninggalkan rumah mereka selama dua minggu. Di saat Kambojaterus meningkatkan perawatan kesehatannya dalam dekade terakhir, infrastrukturnya -,terutama di daerah pedesaan,- masih buruk, dengan kurangnya layanan dan dokter yang berkualitas.

    Ketimpangan juga mengganggu sistem, dengan laporan tentang keluarga berpenghasilan rendah yang ditolak dari rumah sakit.

    Sebelum wabah komunitas terdeteksi pada Februari, korban covid-19 Kamboja relatif lebih rendah daripada negara tetangga. Tetapi para ahli telah menorehkannya karena kurangnya pengujian yang meluas.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id