Studi: Jumlah Infeksi Korona Indonesia Bisa Capai 34 Ribu

    Marcheilla Ariesta - 26 Maret 2020 16:07 WIB
    Studi: Jumlah Infeksi Korona Indonesia Bisa Capai 34 Ribu
    Petugas melakukan disinfektasi di wilayah Yogyakarta. Foto: AFP
    Jakarta: Sebuah studi dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine mengatakan kasus infeksi korona covid-19 yang diumumkan di Indonesia belum semua. Menurut studi tersebut, hanya dua persen dari infeksi korona di Indonesia yang telah dilaporkan.

    “Berarti, jumlah infeksi virus di Indonesia mencapai lebih dari 34.000 kasus. Jumlah ini lebih tinggi dari kasus yang tercatat di Iran, yakni 27.000,” sebut hasil studi itu.

    Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan simulasi penyebaran virus korona atau covid-19. Beberapa skenario digambarkan dalam simulasi itu.
     
    "Dari hasil simulasi forkopimda, DKI Jakarta paling banyak terpapar oleh virus ini. Skenario terburuk adalah bisa mencapai 6.000-8.000 orang positif," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono dalam video konferensi pers di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

    Sementara The Guardian, Kamis 26 Maret 2020, melaporkan jika sebelumnya juga ada studi dari Universitas Harvard yang menganalisis lalu lintas udara dari Wuhan, kota di Tiongkok yang merupakan pusat awal virus menyebar. Dalam analisis yang disampaikan Februari lalu tersebut, disebutkan jika seharusnya Indonesia sudah ada yang terkena infeksi.

    Namun, kala itu Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan jika analisi itu 'menghina' dan menyatakan Indonesia sedang dalam siaga tinggi. Namun, pada 2 Maret lalu, pertama kalinya Indonesia mengumumkan kasus covid-19.

    Meski demikian, menurut para peneliti ini adalah perkiraan kasar berdasarkan analisis awal dan belum ditinjau lebih lanjut.

    Saat ini, Indonesia memiliki 893 pasien kasus korona yang tersebar di seluruh wilayah di negeri ini. Dari angka tersebut, 78 dilaporkan meninggal dunia dan 35 lainnya sembuh.

    Angka kematian tersebut yang tertinggi di seluruh Asia Tenggara. Laporan mengatakan demografi suatu negara dapat memengaruhi angka kematian dari covid-19, walaupun belum ada studi mengenai hal itu.

    "Tingkat keparahan sangat berkorelasi dengan usia, yang berarti kita perlu memperhitungkannya agar lebih akurat," kata penulis utama studi ini, Dr Timothy Russell.

    Ibu kota Jakarta menjadi wilayah terparah dengan ratusan kasus, disusul Banten dan Jawa Barat. Kasus-kasus tampaknya tersebar, bahkan hingga ke provinsi paling timur Indonesia.

    Akses ke layanan kesehatan berkualitas terbatas di provinsi. Indonesia memiliki 321.544 tempat tidur rumah sakit, yang setara dengan sekitar 12 tempat tidur per 10.000 orang. Angka tersebut jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Korea Selatan yang memiliki 115 tempat tidur per 10.000 orang.

    Saat ini, Indonesia menggunakan wisma atlet yang dibangun untuk Asian Games 2018 sebagai rumah sakit darurat. Diharapkan tempat itu akan mampu merawat 24.000 pasien.

    Gubernur Jakarta Anies Baswedan telah menyatakan keadaan darurat di ibu kota. Dia mendesak sektor usaha dan kelompok agama untuk mengambil tindakan menghentikan penyebaran virus.

    Semua tempat wisata dan hiburan telah ditutup, dan transportasi umum juga terbatas. Pemerintah sudah menjanjikan pengujian cepat dan mendesak masyarakat untuk tinggal di rumah. Sekarang ini, proses uji cepat sedang diluncurkan di tiga provinsi tertinggi dengan menggunakan alat bantuan dari Tiongkok dan Korea Selatan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id