Pengamat: Militer Myanmar Sadar ASEAN Tempat Terhormat Bagi Negaranya

    Marcheilla Ariesta - 19 April 2021 15:53 WIB
    Pengamat: Militer Myanmar Sadar ASEAN Tempat Terhormat Bagi Negaranya
    Demonstran mencoret foto wajah Jenderal Min Aung Hlaing dalam aksi menentang kudeta di Naypyidaw, Myanmar pada 9 Februari 2021. (STR / AFP)



    Jakarta: Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN untuk membahas Myanmar semakin dekat. Meskipun belum dikonfirmasi secara pasti tanggal pelaksanaannya, namun pertemuan ini dianggap dilakukan di waktu yang tepat.

    Saat ini, jumlah korban tewas akibat kekerasan protes anti-kudeta di Myanmar sudah mencapai angka 737 jiwa, dengan ribuan lainnya terluka. Pengamat internasional Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, mengatakan bahwa militer Myanmar kini sudah sadar dan terlanjur malu atas kejadian tersebut, dan akhirnya bersedia untuk melakukan dialog dengan ASEAN.






    "Mereka akhirnya sadar bahwa ASEAN itu tempat terhormat bagi Myanmar. Hanya di ASEAN dia (pemimpin junta militer Myanmar) hadir untuk berdialog," kata Rezasyah kepada Medcom.id, Senin, 19 April 2021.

    Rezasyah menuturkan, dalam pertemuan tersebut pemimpin militer Myanmar bisa menceritakan secara terbuka apa yang sebenarnya terjadi kepada negara-negara ASEAN. Namun, mereka juga harus siap menerima kritik dan tanggapan dari negara-negara ASEAN tersebut.

    Ia menegaskan jika forum ini merupakan 'tanggapan keras' ASEAN terhadap situasi di Myanmar.

    Baca:  Pemerintah Bayangan Myanmar Ingin Turut Serta dalam KTT Khusus ASEAN

    "Militer Myanmar sadar bahwa sudah saatnya berkata jujur. Mereka mungkin berpikir akan mudah mengelola kudeta militer, tapi nyatanya tidak mudah," ucapnya.

    Menurut dia, keberhasilan kudeta harus didukung dengan kemampuan membawa negara secara baik, dan sesuai dengan hukum internasional.

    "Tapi mereka melakukan berbagai perbuatan buruk yang tidak sesuai dengan hukum internasional, dan tidak demokratis sesuai dengan hukum nasional," tegas Rezasyah.

    Rezasyah menambahkan, akan ada semacam Piagam ASEAN yang nantinya menjadi hasil pertemuan tersebut. Namun, Myanmar harus bisa menyetujuinya karena pastinya sudah disetujui sembilan negara ASEAN lain dan harus dipatuhi.

    Ia mengatakan saat ini, mungkin sedang ada pengumpulan informasi rahasia yang penting antara Sekretariat ASEAN dengan pemerintah Myanmar, kepada sembilan negara ASEAN lainnya. Ia hanya berharap, pertemuan ASEAN ini akan berhasil membantu Myanmar mendapatkan kembali kedamaian.

    "ASEAN tidak akan mempermalukan Myanmar dan Myanmar tahu akan hal itu," pungkasnya.

    Pertemuan KTT ASEAN rencananya akan dilakukan pada Sabtu, 24 April mendatang. Hal ini disampaikan Kementerian Luar Negeri Thailand.

    Pertemuan tersebut akan menggunakan gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta. Meski demikian, KTT akan dipimpin oleh Brunei Darussalam sebagai ketua ASEAN 2021.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id