Polisi Nikaragua Lakukan Kekerasan ke Tujuh Jurnalis

    Sonya Michaella - 16 Desember 2018 18:00 WIB
    Polisi Nikaragua Lakukan Kekerasan ke Tujuh Jurnalis
    Ilustrasi/Medcom.id.
    Managua: Setidaknya tujuh jurnalis mengalami kekerasan dari polisi Nikaragua. Tindakan ini dilakukan khususnya terhadap media independen yang memprotes kebijakan Presiden Daniel Ortega.

    Pada Sabtu 16 Desember 2018, sejumlah jurnalis berkumpul di luar kantor poisi di ibu kota Managua. Salah satu jurnalis terkenal di negara tersebut, Carlos Fernando Chamorro meminta pertanggungjawaban polisi atas penyerangan yang dilakukan di kantornya.
    Sebelumnya, polisi sempat menggeledah kantor Chamorro di  mana polisi menyita sejumlah peralatan dan kertas.

    Dilansir dari AFP, Minggu 16 Desember 2018, polisi anti huru-hara pun sempat memukul dan menendang Chamorro serta jurnalis lainnya yang ingin meliput penggeledahan itu.

    "Polisi mengejar kami dan beberapa menyebut kami adalah komplotan kudeta serta mengancam untuk menyita ponsel serta peralatan liputan," ujar Nestor Arce, jurnalis dari Confidencial Chamorro.

    Sejak April, Nikaragua telah mengalami krisis terburuk sejak perang saudara tahun 1980-an. Setidaknya 322 orang tewas dan lebih dari 500 orang dipenjara karena menentang pemerintah.

    Sementara itu, pemerintahan Ortega belum mengeluarkan pernyataan terkait kebebasan pers yang dibatasi di negara tersebut. 



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id